Koalisi sayap kiri di Parlemen Eropa mengutuk keras tindakan Israel yang mencegat kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza di perairan internasional dan menyandera para aktivis di dalamnya. Mereka menyebut tindakan ini sebagai “pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.”
Kapal Madleen berbendera Inggris yang membawa bantuan mendesak, seperti susu bayi, makanan, perlengkapan medis, dan alat bantu bagi anak-anak penyandang disabilitas, dicegat oleh pasukan Israel sebelum mencapai Gaza dan kemudian ditarik ke pelabuhan Israel. Kapal tersebut dikirim oleh Freedom Flotilla Coalition dari Catania, Sisilia, Italia, sebagai upaya untuk menembus blokade total Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2 Maret.
Sebanyak 12 orang berada di dalam misi tersebut, termasuk aktivis iklim Swedia Greta Thunberg, anggota Parlemen Eropa asal Prancis-Palestina Rima Hassan, serta jurnalis Omar Faiad dari Al Jazeera Mubasher. Kelompok Kiri mengecam penahanan terhadap para aktivis damai dan pekerja kemanusiaan ini, yang mereka sebut sebagai bagian dari strategi Israel untuk membuat warga Gaza kelaparan dan menyembunyikan kejahatan perangnya dari dunia.
Manon Aubry, ketua koalisi sayap kiri pemerintahan, menyatakan bahwa pembajakan ini terjadi di tengah “keheningan memekakkan dari para pemimpin politik Eropa dan dunia” terhadap penderitaan rakyat Gaza. Ia menyerukan kepada Uni Eropa, PBB, dan komunitas internasional untuk segera menuntut pembebasan tanpa syarat semua awak kapal dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza tanpa hambatan.
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/europe/detention-of-aid-activists-part-of-israel-s-strategy-to-starve-palestinians-say-european-lawmakers/3592425
https://www.#/20250609-detention-of-aid-activists-part-of-israels-strategy-to-starve-palestinians-say-european-lawmakers/







