Jumlah wartawan yang dibunuh oleh Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 223, setelah terbunuhnya Moataz Mohamed Rajab kemarin malam, menurut Serikat Wartawan Palestina.
Dalam sebuah pernyataan, serikat itu mengutuk pembunuhan terhadap Rajab, yang sedang melaporkan serangan Israel terhadap warga Palestina ketika dia menjadi sasaran. Sebuah pesawat tempur Israel menabrak kendaraan sipil yang dikendarainya di Jalan Al-Nafaq di Kota Gaza dan membunuhnya seketika.
Pekan lalu, lima wartawan terbunuh dalam serangan udara Israel yang terpisah di Jalur Gaza, yakni Aziz Al-Hajjar, Abdel Rahman Al-Abadleh, reporter Nour Qandeel dan suaminya, jurnalis Khaled Abu Seif. Beberapa anggota keluarga mereka juga terbunuh dalam serangan itu.
Menurut sumber media, pesawat Israel mengebom sebuah rumah di lingkungan Al-Saftawi di Gaza utara dan mengakibatkan terbunuhnya jurnalis foto Aziz Al-Hajjar, istrinya, dan anak-anak mereka. Qandeel meninggal di Deir Al-Balah bersama suaminya dan putri mereka. Wartawan Abdel Rahman Al-Abadleh meninggal dalam serangan udara lain di kota Al-Qarara di selatan Jalur Gaza.
Kantor Media Gaza mengutuk penargetan dan pembunuhan Israel terhadap wartawan Palestina, mendesak komunitas internasional dan organisasi media di seluruh dunia untuk mengecam tindakan ini, meminta pertanggungjawaban Israel, dan mengatasi pelanggaran melalui saluran hukum internasional.
Sumber: https://www.#/20250529-israel-kills-223-journalists-in-gaza/








