Meskipun Israel telah mengizinkan sebagian kecil bantuan untuk masuk ke Gaza setelah hampir tiga bulan pemblokadean total, hingga kini belum ada bantuan kemanusiaan yang benar-benar terdistribusi kepada warga, menurut pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Tim kami hari ini menunggu berjam-jam untuk mendapatkan lampu hijau dari pihak Israel agar bisa mengakses area Karem Abu Salem dan mengambil pasokan nutrisi. Sayangnya, mereka belum bisa membawa pasokan itu ke gudang kami,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Selasa.
Ia menegaskan bahwa meskipun lebih banyak bantuan telah diizinkan masuk ke Jalur Gaza, PBB belum dapat memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar tiba di gudang penyimpanan maupun titik distribusi. Hal ini menandakan bahwa kendala di lapangan masih sangat besar.
Pernyataan Dujarric ini muncul setelah kantor urusan kemanusiaan PBB melaporkan bahwa Israel telah menyetujui masuknya sekitar 100 truk bantuan ke Gaza pada Selasa, meningkat signifikan dari hanya sembilan truk pada hari sebelumnya. Namun, jumlah itu masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk Gaza yang menghadapi kondisi nyaris kelaparan, menurut lembaga-lembaga bantuan internasional.
“Pada akhirnya, hanya sekitar empat truk—bukan lima—yang diizinkan masuk kemarin. Hari ini ada puluhan truk, tetapi poin pentingnya adalah kondisi logistik, keamanan, dan situasi secara keseluruhan membuat proses ini menjadi sangat, sangat sulit,” ujar Dujarric.
Menurutnya, bantuan tersebut kini masih tertahan di area pemuatan karena prosesnya sangat rumit. “Barang-barang harus melintasi pagar dari Israel ke Gaza, kemudian dipindahkan ke area pembongkaran untuk kemudian dimuat kembali. Setelah itu, kami masih harus mendapatkan izin dari pasukan keamanan Israel untuk mengirim tim kami menjemput truk-truk itu.”
Pada hari Selasa, tim PBB sempat berhasil masuk ke area pemuatan, namun karena waktu sudah terlalu larut, mereka tidak sempat mengeluarkan truk-truk tersebut dari lokasi.
“Tantangan kami adalah menjamin keamanan jalur distribusi dari area pemuatan ini menuju gudang atau titik distribusi. Kami memerlukan izin dari militer Israel, dan kami juga harus memastikan bahwa area sekitar cukup aman untuk petugas kami,” jelasnya.
Dujarric juga menambahkan bahwa kemacetan di jalan turut memperparah situasi. “Ada banyak kemacetan di jalan, jadi ini sangat menantang.”
Ia menutup pernyataannya dengan menggambarkan proses distribusi bantuan sebagai hal yang “sangat panjang, kompleks, rumit, dan berbahaya.”
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/aid-being-allowed-into-gaza-but-none-distributed-yet-un/3574408
https://www.#/20250520-aid-being-allowed-into-gaza-but-none-distributed-yet-un/








