Senin pagi (19/5), tentara Israel menyerang gudang penyimpanan cairan dan perlengkapan medis di Kompleks Medis Nasser, Khan Younis, Jalur Gaza selatan. Serangan ini terjadi di tengah agresi genosida yang terus berlangsung sejak Oktober 2023.
Kementerian Kesehatan Gaza membagikan foto-foto kehancuran pasca serangan di media sosial yang menunjukkan kerusakan parah pada cairan medis, persediaan vital, dan peralatan kesehatan di dalam kompleks medis tersebut.
Serangan ini berlangsung sehari setelah tentara Israel mengumumkan peluncuran serangan darat di sejumlah wilayah Gaza dalam operasi yang mereka sebut “Gideon’s Chariots”, yang menandai eskalasi berbahaya dalam genosida terhadap rakyat Palestina.
Pekan lalu, Kompleks Medis Nasser — rumah sakit terbesar di Gaza — juga diserang. Beberapa warga Palestina yang sedang menjalani perawatan dilaporkan terbunuh dan terluka dalam serangan tersebut.
Sepanjang agresi militernya, tentara Israel secara sistematis menargetkan rumah sakit dan sistem kesehatan Gaza, membuat sebagian besar fasilitas medis tidak berfungsi dan membahayakan nyawa pasien serta korban luka. Hal ini telah didokumentasikan oleh otoritas Palestina maupun lembaga-lembaga PBB.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 53.300 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah terbunuh akibat serangan brutal Israel.
Israel kini menghadapi tuntutan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) dan surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
https://www.#/20250519-israel-targets-medical-warehouse-in-gaza/








