Adara — Menyambut Idul Adha 1446 H, Adara Relief International menggelar kajian daring bertajuk “Qurban Kok Kaleng, Emang Boleh?” bersama Ustadzah Herlini Amran, M.A., Konselor Wanita & Keluarga serta Pembina Adara Relief International pada Ahad (11/05). Webinar ini menjadi wadah untuk menjawab pertanyaan seputar hukum qurban dalam bentuk olahan, khususnya kornet, serta strategi pengiriman qurban ke Gaza.

Maryam Rachmayani, Direktur Utama Adara Relief International memaparkan urgensi berkurban untuk Gaza. Ia menyebutkan bahwa 91% penduduk Gaza mengalami krisis pangan akut, 92% anak-anak dan ibu menyusui mengalami kekurangan gizi parah, serta 65% warga tidak memiliki akses air minum layak. Seluruh sektor, termasuk pertanian dan peternakan, hancur akibat serangan.
“Bisa jadi Gaza adalah wilayah yang paling membutuhkan kurban kita tahun ini. Mari jadikan kurban bukan sekadar ibadah, tapi juga aksi nyata kepedulian dan dukungan atas perjuangan saudara kita di sana,“ papar Maryam.
Blokade Israel yang kian membelenggu membuat pengiriman bantuan ke Gaza menjadi sulit dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan strrategi khusus, di antaranya dengan mengirimkan daging kurban dalam bentuk olahan yang tahan lama, seperti frozen dan kornet, sebagai bentuk kurban bagi mereka yang membutuhkan namun tak lepas dari prinsip syariat.

Menjawab pertanyaan utama dalam webinar, Ustadzah Herlini menyampaikan bahwa mengolah daging kurban menjadi makanan awetan seperti kornet diperbolehkan dalam Islam, dengan syarat penyembelihan dilakukan pada hari kurban (10–13 Dzulhijjah) dan pengolahan dilakukan setelahnya. “Pada prinsipnya, mengolah daging kurban masuk dalam kaidah al-‘ibrah bil maqasid la bil aswar, yang dinilai adalah tujuan, bukan bentuk luar,” ungkapnya.
Fatwa MUI No. 37 Tahun 2019 turut memperkuat pandangan ini: pengawetan daging kurban dibolehkan selama memenuhi prinsip syariah, terutama untuk memudahkan distribusi ke wilayah terdampak bencana atau konflik berkepanjangan seperti Palestina.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Herlini turut menekankan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ibadah mendalam yang memiliki sejarah panjang sejak masa Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW.
Webinar ini tak hanya menegaskan sahnya kurban kornet dalam Islam, tetapi juga memperluas makna berkurban sebagai bentuk solidaritas global. “Insya Allah kurban bukan hanya sebagai pendekatan diri kepada Allah, tapi juga sebagai dukungan terhadap jihad dan perjuangan rakyat Palestina,“ pungkas Herlini.

Adara mengajak masyarakat Indonesia untuk menyambut Idul Adha dengan semangat kepedulian. Tidak hanya berkurban karena mampu, tapi karena cinta kepada Allah dan rasa empati terhadap mereka yang kehilangan hampir segalanya.
Sejak 2017, Adara telah rutin menyalurkan bantuan kurban setiap tahun ke Palestina, pengungsian, serta dimulai pada tahun 2021 turut mengirim ke pedalaman Indonesia. Kurban tahun lalu dapat diakses melalui klik disini.
Bagi Sahabat Adara yang ingin ikut berbagi kebaikan ini bisa melalui www.adaradonation.com/campaign/bagi-bagi-qurban atau hubungi 0856-9295-6689.








