Kabinet Keamanan Israel secara bulat menyetujui rencana perluasan serangan militer di Jalur Gaza dan pendudukan wilayah di dalamnya. Dalam pernyataan resmi pada Senin (4/2), kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut bahwa rencana operasional yang diajukan Kepala Staf Militer Eyal Zamir bertujuan untuk “mengalahkan Hamas” dan membawa kembali tahanan Israel yang masih berada di Gaza.
Rencana tersebut mencakup pendudukan penuh atas Gaza dan penempatan wilayah itu di bawah kendali militer Israel. Stasiun televisi Channel 12 melaporkan bahwa rencana ini juga melibatkan pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza utara ke wilayah selatan.
Menteri Komunikasi Israel, Shlomo Karhi, menyatakan bahwa rencana ini sejalan dengan agenda pemindahan warga Palestina dari Gaza sebagaimana yang digagas oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut migrasi paksa ini sebagai “solusi” bagi Gaza, dan mengungkap adanya aktivitas politik untuk mencari negara-negara yang bersedia menerima pengungsi Palestina.
Menteri Kebudayaan Israel, Miki Zohar, mengonfirmasi bahwa tujuan akhir dari operasi ini adalah “pendudukan penuh Jalur Gaza,” meskipun langkah tersebut dapat membahayakan nyawa para tawanan yang masih berada di Gaza. Menurutnya, tidak ada pilihan lain selain melakukan serangan militer secara menyeluruh.
Sementara itu, Menteri Keuangan sayap kanan ekstrem, Bezalel Smotrich, menegaskan bahwa Israel tidak akan mundur dari wilayah yang telah diduduki, bahkan jika itu sebagai bayaran untuk pembebasan tahanan. Ia juga menyatakan bahwa semua bantuan kemanusiaan akan berada di bawah kendali Israel, agar tidak sampai ke tangan Hamas. Menurutnya, warga Gaza akan dipindahkan ke wilayah selatan antara Rafah dan Khan Younis, sementara bantuan akan disalurkan di bawah pengawasan keamanan Israel.
Hingga saat ini, diperkirakan masih ada 59 tawanan Israel di Gaza, dengan 24 orang diyakini masih hidup. Sebaliknya, lebih dari 9.500 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel dalam kondisi buruk, termasuk laporan penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis.
Sumber:
https://www.#/20250505-israel-approves-plan-to-expand-gaza-onslaught-occupy-territories/







