Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan bahwa respons kemanusiaan di Gaza berada di ambang kehancuran total akibat enam pekan serangan intens dan blokade penuh yang telah berlangsung selama dua bulan.
“Warga sipil di Gaza menghadapi perjuangan harian yang luar biasa untuk bertahan hidup di tengah bahaya serangan, perpindahan tanpa henti, dan kesulitan akibat terputusnya bantuan kemanusiaan mendesak,” ujar Pascal Hundt, Wakil Direktur Operasional ICRC. “Situasi ini tidak boleh—dan tidak dapat—dibiarkan semakin memburuk.”
Sejak 2 Maret, Israel sepenuhnya menutup Jalur Gaza, melarang masuknya makanan, air, dan obat-obatan, sehingga memperburuk krisis kemanusiaan bagi lebih dari dua juta penduduk. Di bawah hukum humaniter internasional, Israel memiliki kewajiban untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar penduduk sipil di wilayah yang berada di bawah kendalinya. Namun, blokade yang terus berlanjut menyebabkan layanan vital di Gaza nyaris lumpuh.
Krisis Kesehatan yang Memburuk
Rumah Sakit Lapangan Palang Merah di Gaza kini mengalami kekurangan pangan dan pasokan medis yang sangat kritis, serta beberapa jenis obat esensial dan peralatan medis telah habis. Rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya terpaksa mengatur ulang stok dan memprioritaskan pasokan yang tersisa agar dapat terus menjalankan layanan penyelamatan nyawa. Tanpa pengiriman bantuan segera, fasilitas kesehatan akan kesulitan memberikan perawatan yang sangat dibutuhkan para pasien.
Selain itu, situasi air, sanitasi, dan kebersihan juga memburuk secara drastis. Penutupan jalur distribusi air serta hancurnya truk pengangkut limbah telah menciptakan risiko tinggi penyebaran penyakit akibat air. Kondisi ini diperparah oleh serangan berulang terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis.
Bulan lalu, serangan militer Israel menyebabkan 15 personel medis, pertahanan sipil, dan pekerja kemanusiaan terbunuh secara brutal, termasuk delapan tenaga medis dari Bulan Sabit Merah Palestina. Kerusakan pada fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Lapangan Kuwait dan Rumah Sakit Al-Ahli turut memperparah runtuhnya sistem kesehatan Gaza.
Seruan Mendesak untuk Tindakan Internasional
ICRC menegaskan komitmennya untuk terus melayani warga sipil di Gaza, meski situasi keamanan yang memburuk sangat membatasi operasional dan pergerakan personel mereka maupun mitra kemanusiaan. Mereka kembali menekankan bahwa menurut hukum humaniter internasional, tenaga medis dan fasilitas kesehatan harus dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan.
“Bantuan harus diizinkan masuk ke Gaza. Para tahanan harus dibebaskan. Warga sipil harus dilindungi,” tegas ICRC. “Tanpa tindakan segera, Gaza akan semakin terjerumus ke dalam kekacauan yang tidak dapat lagi diatasi oleh upaya kemanusiaan.”
Sumber:
https://www.#/20250502-humanitarian-response-in-gaza-on-the-verge-of-total-collapse-red-cross-warns/








