Media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diperkirakan akan memerintahkan perluasan operasi militer oleh tentara pendudukan Israel di Jalur Gaza.
Menurut surat kabar Maariv, Netanyahu dijadwalkan menggelar rapat Kabinet Keamanan Negara besok siang (2/5) untuk melakukan evaluasi situasi sebelum pertemuan kabinet dalam skala yang lebih besar.
Dalam situasi mandeknya perundingan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera, forum kabinet kecil yang mencakup para menteri senior bidang keamanan dan pertahanan diperkirakan akan menyetujui rencana perluasan dan intensifikasi operasi militer Israel di Gaza, jelas Maariv.
Pemerintah Israel sebelumnya telah menolak usulan kesepakatan dari Hamas, yang mencakup pembebasan seluruh tawanan Israel di Gaza dengan imbalan penghentian perang, penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut, serta pembebasan sejumlah warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Keluarga para sandera Israel, bersama beberapa partai oposisi, mendesak Netanyahu untuk menerima kesepakatan komprehensif tersebut.
Sementara itu, para menteri sayap kanan garis keras seperti Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menolak kesepakatan itu, bahkan mengancam akan menggulingkan pemerintahan Netanyahu jika perang di Gaza dihentikan.
Keluarga para sandera menuduh Netanyahu lebih mementingkan karier politik dan kelangsungan kekuasaannya dibanding keselamatan para tawanan.
Sumber:
https://www.#/20250501-netanyahu-moves-to-expand-war-on-gaza-israel-media-says/








