Pada hari ke-22 Ramadhan yaitu tanggal 22 Maret, Adara mengirimkan bantuan makanan buka puasa untuk 250 keluarga Palestina yang berada di kamp Al Mahatta, Yordania. Paket makanan berbuka puasa meliputi nasi, ayam, yogurt, jus, kurma, air mineral, dan roti yang dapat dinikmati oleh 1.250 orang pengungsi Palestina yang ada di kamp tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas kebaikan yang Sahabat Adara berikan untuk para pengungsi Palestina di kamp Al Mahatta, Yordania. Kami juga sangat mengapresiasi peran, dan kerja-kerja Adara dalam meringankan beban para pengungsi. Semoga Allah membalas kebaikan Adara dan Sahabat Adara yang telah menciptakan kebahagiaan dan senyuman di wajah mereka.” ucap Abed Al Qader, salah satu mitra penyaluran Adara di Yordania.


“Alhamdulillah, penyaluran bantuan buka puasa untuk 1.250 orang di kamp pengungsian Palestina, Yordania telah berhasil dilakukan. Harapannya, bantuan makanan dapat memberikan rasa bahagia di tengah himpitan kesulitan dan keterbatasan yang ada. Tentunya, pemberian bantuan ini tidak lepas dari sumbangsih Sahabat Adara.” Ungkap Nurul Fitriani, selaku Ketua Divisi Penyaluran Adara Relief International.

Kawasan kamp pengungsian Palestina di Yordania menjadi kawasan paling membutuhkan bantuan kemanusiaan akibat tingginya angka kemiskinan dan sulitnya untuk mendapat pekerjaan yang layak. Anak-anak dan perempuan tentu menjadi korban paling rentan dari kemiskinan dan kelaparan. Menurut data dari Lembaga Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA), jumlah pengungsi Palestina di Yordania berjumlah lebih dari 2.4 juta jiwa.
Semenjak pendirian negara Israel secara sepihak pada tahun 1948, telah memaksa lebih dari 800.000 penduduk Palestina untuk pergi mengungsi dan saat ini menciptakan 80% penduduk Palestina menjadi pengungsi. Salah satu negara yang menjadi tujuan pengungsi adalah Yordania. Banyaknya jumlah pengungsi tidak diimbangi dengan banyak dan layaknya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah Yordania. Hingga kini, mayoritas dari para pengungsi adalah keturunan dari kakek nenek mereka yang terusir dari tanah kelahirannya dan belum dapat kembali ke Palestina.
Sahabat Adara, hidup dan tinggal di kamp pengungsian bukanlah hal yang mudah. Keterbatasan untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan layak menjadi hal yang sangat sulit dilakukan. Oleh karena itu, Adara memerlukan dukungan tanpa henti dari Sahabat Adara semua, untuk turut meringankan beban mereka hingga mereka mendapatkan hak-haknya kembali dan Palestina merdeka dari cengkeraman penjajah.













