Seorang warga Palestina berusia 60 tahun, Sheikh Saeed Amour, ditembak dan terluka oleh pemukim ilegal Israel di wilayah al-Rakiz, Yatta Timur, Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat yang diduduki, pada Kamis (17/04). Insiden ini terjadi saat Amour tengah merawat lahannya, menurut pernyataan Hassan Malihat, pengawas umum LSM Al-Baidar untuk Pembelaan Hak-Hak Badui.
Meski pasukan Israel berada di lokasi, mereka tidak mengambil tindakan untuk menghentikan serangan atau menindak para pelaku. Amour mengalami luka sedang dan segera dilarikan ke rumah sakit. Malihat menambahkan bahwa Amour merupakan tokoh masyarakat yang dikenal vokal dalam mempertahankan hak atas tanah dan telah beberapa kali menjadi sasaran kekerasan serta ancaman dari pemukim.
Hingga akhir 2024, jumlah pemukim ilegal Israel di Tepi Barat diperkirakan mencapai 770.000 orang, tersebar di 180 permukiman dan 256 pos luar, termasuk 138 pos pertanian dan penggembalaan.
Ketegangan di Tepi Barat terus meningkat sejak agresi Israel di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023, yang telah membunuh lebih dari 950 warga Palestina dan melukai lebih dari 7.000 orang, berdasarkan data Palestina.
Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai tindakan ilegal dan menuntut pengosongan seluruh permukiman Israel di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur).
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








