Israel menolak membuka seluruh ruangan di Masjid Ibrahimi, Al-Khalil (Hebron), bagi umat Islam yang ingin beribadah pada malam Lailatulqadar, menurut Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina pada Rabu (26/3).
Lailatulqadar adalah malam paling suci dalam Islam, yang juga merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an untuk pertama kali. Malam ini jatuh pada salah satu malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan dan umumnya diyakini terjadi pada malam ke-27.
Menteri Wakaf Mohamed Najm mengecam keputusan Israel, menyebutnya sebagai “preseden yang sewenang-wenang dan berbahaya di tempat suci ini, provokasi terang-terangan terhadap perasaan umat Islam, serta bentuk ketidakhormatan terhadap kesucian Ramadan dan kompleks Masjid Ibrahimi.”
Najm menyerukan kepada warga Palestina untuk berkumpul di masjid guna menegaskan kehadiran Islam di tempat tersebut. “Ini adalah cara terbaik untuk melawan penjajahan yang semakin mengakar di tengah situasi sulit bagi rakyat Palestina,” tegasnya.
Masjid Ibrahimi terletak di Kota Tua Al-Khalil, yang berada di bawah pendudukan Israel. Kawasan ini dihuni sekitar 400 pemukim ilegal Yahudi yang dijaga oleh sekitar 1.500 tentara Israel.
Pada 1994, setelah seorang pemukim ilegal Yahudi melakukan pembantaian yang membunuh 29 jemaah Palestina, Israel membagi masjid tersebut dengan mengalokasikan 63% areanya—termasuk ruang utama salat—untuk pemukim Yahudi, sementara 37% sisanya diberikan kepada umat Islam.
Sesuai kebiasaan, masjid ini hanya dibuka sepenuhnya untuk umat Islam sebanyak 10 hari dalam setahun, termasuk setiap hari Jumat selama Ramadan dan malam Lailatulqadar.
Ketegangan di Tepi Barat semakin meningkat sejak agresi di Gaza pecah pada 7 Oktober 2023. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 938 warga Palestina telah terbunuh dan hampir 7.000 lainnya terluka akibat serangan tentara Israel dan pemukim ilegal.
Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman Israel di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur).
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








