Kabinet Keamanan Israel telah menyetujui pembentukan sebuah direktorat untuk mendorong apa yang disebut sebagai “keberangkatan sukarela” warga Palestina dari Jalur Gaza yang hancur akibat perang.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam pernyataan pada Sabtu (22/03) malam, mengatakan bahwa direktorat baru ini akan bertugas “mempersiapkan dan memfasilitasi jalur aman serta terkontrol bagi warga Gaza yang ingin berangkat secara sukarela ke negara ketiga.”
Kantor Katz menyatakan bahwa administrasi baru ini akan bertanggung jawab atas pembentukan jalur pergerakan, pemeriksaan pejalan kaki di pos-pos perbatasan Gaza, serta koordinasi infrastruktur yang memungkinkan keberangkatan melalui darat, laut, dan udara ke negara tujuan.
Ia mengklaim bahwa keberangkatan warga Gaza akan dilakukan “sesuai dengan hukum Israel dan hukum internasional serta sejalan dengan visi Presiden AS Donald Trump.”
“Kami bekerja dengan segala cara untuk mengimplementasikan visi presiden AS, dan kami akan mengizinkan setiap warga Gaza yang ingin pindah ke negara ketiga untuk melakukannya,” kata Katz.
Menurut pernyataan tersebut, kepala direktorat baru ini akan segera ditunjuk oleh menteri pertahanan. Trump berulang kali menyerukan untuk “mengambil alih” Gaza dan merelokasi penduduknya guna mengubahnya menjadi destinasi wisata. Rencana ini ditolak oleh dunia Arab dan banyak negara lain yang menilai hal tersebut sebagai bentuk pembersihan etnis.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








