Otoritas kotamadya di Gaza memperingatkan pada Rabu (13/03) tentang bencana kesehatan dan lingkungan karena pemutusan pasokan listrik dan air oleh Israel. Mereka mengatakan bahwa pemadaman listrik oleh Israel telah menyebabkan pabrik utama desalinasi air di wilayah itu ditutup.
“Tindakan hukuman kolektif terhadap warga Palestina di Gaza ini adalah pelanggaran hukum internasional dan memperburuk penderitaan penduduk, yang sudah menghadapi krisis kemanusiaan besar,” tambah serikat pekerja.
Israel memutus pasokan listrik ke Gaza pada Ahad, sebuah langkah terbaru untuk memperketat blokade yang mencekik meskipun ada gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tawanan yang berlaku. Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengecam langkah ini sebagai “peringatan genosida”. Ia mengatakan bahwa tanpa listrik, tidak bisa ada air bersih.
Pemutusan pasokan listrik mengikuti keputusan Israel untuk menghentikan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza. Ini mendorong peringatan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia akan kembalinya bencana kelaparan yang meluas bagi penduduk Palestina.
Serikat pekerja mengimbau masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera campur tangan untuk mengamankan pasokan dasar kemanusiaan dan menjamin masuknya bahan-bahan penting untuk menghindari bencana kesehatan dan lingkungan lebih lanjut.
Sebelumnya, pada Selasa, Mohammad Thabet, Juru Bicara Perusahaan Distribusi Listrik Gaza, mengatakan bahwa Israel hanya menyediakan lima megawatt listrik sejak November lalu sebelum memutus seluruh aliran listrik ke daerah kantong.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








