Kementerian Wakaf dan Agama Palestina telah mengumumkan bahwa Israel telah menolak untuk menyerahkan semua bagian Masjid Ibrahimi di Kota Tua Al-Khalil (Hebron) kepada kementerian, yang merupakan rutinitas setiap hari Jumat selama bulan suci Ramadhan.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat (7/3), kementerian menyebut langkah itu sebagai langkah yang “berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya”, terlebih lagi pada bulan suci Ramadan. Kementerian mengatakan hal ini sebagai bagian dari rencana sistematis untuk menghalangi pembukaan penuh aula masjid dan halaman untuk jemaah Muslim.
Menurut Kementerian, prosedur tradisional untuk Jumat pertama Ramadan melibatkan Direktur Kementerian Wakaf dan penjaga yang menerima tanggung jawab penuh untuk masjid, bersiap untuk membukanya sepenuhnya untuk jemaah Muslim. Namun, tahun ini, para pejabat terkejut karena Israel mencegah akses ke daerah Gerbang Timur, yang ditujukan untuk jemaah perempuan selama salat Jumat.
Perkembangan ini menandai penyimpangan yang signifikan dari praktik masa lalu, ketika masjid sepenuhnya dapat diakses oleh semua Muslim setiap Jumat selama Ramadan. Kementerian menyatakan keprihatinan bahwa, jika disetujui, langkah ini akan mengarah pada pergeseran permanen dalam kontrol atas masjid, dengan pembatasan baru yang diberlakukan secara bertahap, melanjutkan upaya Israel untuk mengambil kendali penuh atas situs tersebut.
Kementerian lebih lanjut menekankan bahwa tindakan ini tampaknya ditujukan untuk menenangkan kelompok-kelompok pemukim yang menentang pembukaan penuh masjid untuk jemaah Muslim. Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa upaya ini adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengubah seluruh masjid menjadi sinagog untuk ibadah Yahudi. Sejak awal Ramadan, pasukan Israel juga membatasi akses ke masjid untuk warga Palestina di bawah usia 25 tahun.
Sumber: https://english.wafa.ps
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








