• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Dokter Inggris Peringatkan Dampak Jangka Panjang Agresi di Gaza terhadap Kesehatan Warga Palestina

by Adara Relief International
Februari 24, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, Kesehatan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Dokter Inggris Peringatkan Dampak Jangka Panjang Agresi di Gaza terhadap Kesehatan Warga Palestina

Pasien Gaza [AFP, Palinfo]

17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dua dokter asal Inggris yang bekerja di Jalur Gaza selama genosida Israel memperingatkan bahwa dampak jangka panjang terhadap kesehatan warga Palestina akan sangat serius, dengan jumlah korban jiwa yang terus bertambah.

Menurut laporan The Guardian pada Sabtu, tingginya angka penyakit menular, berbagai masalah kesehatan akibat malnutrisi, serta hancurnya fasilitas kesehatan dan terbunuhnya tenaga medis akan menyebabkan tingkat kematian yang tetap tinggi bahkan setelah serangan Israel berakhir.

The Guardian mengutip pernyataan Ghassan Abu-Sitta, seorang ahli bedah rekonstruktif berdarah Inggris-Palestina yang bekerja di Rumah Sakit Al-Shifa dan Al-Ahli Arab di Gaza City. Ia mengungkapkan bahwa tingkat malnutrisi di Gaza sangat parah sehingga banyak anak-anak yang “tidak akan pernah pulih.”

“Para ilmuwan memperkirakan bahwa total korban terbunuh akibat agresi Israel di Gaza bisa mencapai 186.000 jiwa, hampir empat kali lipat dari angka 46.700 kematian yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza,” tulis The Guardian.

Sementara itu, Prof. Nizam Mamode, seorang ahli bedah transplantasi asal Inggris yang tahun lalu bertugas di Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan, menyebut bahwa jumlah kematian akibat penyakit dan kondisi non-trauma dapat jauh melebihi 186.000 jiwa. Salah satu faktornya adalah serangan yang menargetkan tenaga medis.

Ia menyoroti bahwa dari enam ahli bedah vaskular yang sebelumnya bertugas di Gaza utara, kini hanya tersisa satu orang. Selain itu, tidak ada lagi ahli patologi kanker yang masih hidup.

Abu-Sitta menambahkan bahwa tim spesialis medis di Gaza telah “dihapuskan” sepenuhnya, dan butuh waktu hingga 10 tahun untuk melatih tenaga medis pengganti.

“Beberapa bidang spesialisasi benar-benar telah musnah. Tidak ada lagi ahli nefrologi (spesialis ginjal), semuanya telah terbunuh. Tidak ada lagi dokter spesialis gawat darurat yang bersertifikasi,” ujarnya.

Abu-Sitta, seorang ahli bedah plastik berusia 55 tahun dari London, menegaskan bahwa pemulihan jangka panjang kesehatan warga Gaza bergantung pada seberapa cepat wilayah dan infrastrukturnya dapat dibangun kembali.

“Pekan lalu, ribuan warga Palestina mulai kembali ke Gaza utara dan mendapati kehancuran total setelah pasukan Israel menarik diri dari koridor strategis yang membagi wilayah utara dan selatan Gaza,” tulis The Guardian.

Namun, Abu-Sitta mempertanyakan bagaimana dokter dapat kembali ke utara jika tidak ada tempat tinggal bagi mereka. “Di mana mereka akan tinggal? Di mana keluarga mereka akan tinggal?” tanyanya.

Ia juga memperingatkan bahwa kerusakan yang dialami anak-anak Gaza bersifat permanen.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

“Studi tentang korban Perang Dunia II menunjukkan bahwa mereka yang mengalami malnutrisi saat kecil lebih rentan terkena penyakit tidak menular (NCD) seperti diabetes dan hipertensi di usia tua. Mereka tidak bisa pulih sepenuhnya,” jelasnya.

Bulan lalu, PBB memperkirakan lebih dari 60.000 anak di Gaza akan membutuhkan perawatan akibat malnutrisi akut pada 2025, dengan beberapa di antaranya telah meninggal dunia.

Selain itu, kehancuran infrastruktur sanitasi juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

Abu-Sitta telah memberikan kesaksian kepada Scotland Yard dan Mahkamah Pidana Internasional mengenai apa yang ia saksikan selama bertugas di Gaza. Ia menggambarkan situasi kesehatan di sana sebagai “bencana.”

“Hepatitis, penyakit diare, infeksi pernapasan, dan polio yang muncul kembali akibat agresi akan terus menyebar karena sanitasi masih rusak, air bersih tidak tersedia, tidak ada tempat tinggal, dan tidak ada klinik layanan kesehatan primer. Penyakit menular tidak akan bisa dihentikan,” ungkapnya.

Ia juga memperingatkan ancaman bakteri resisten antibiotik. Dalam satu kasus, ia menemukan enam dari tujuh pasien berturut-turut terinfeksi bakteri yang resisten terhadap berbagai obat.

Selain dampak jangka panjang, Abu-Sitta menyebut bahwa sekitar 13.000 warga Gaza saat ini membutuhkan operasi segera akibat luka atau cedera yang didapat karena agresi. “Banyaknya cedera kompleks yang harus ditangani akan membebani sistem kesehatan selama satu generasi,” katanya.

Kedua dokter tersebut menegaskan bahwa skala kekejaman dan jumlah korban yang mereka saksikan di Gaza sulit digambarkan.

Mamode, yang telah memberikan kesaksian di hadapan komite parlemen Inggris terkait krisis kesehatan di Gaza, menyebut bahwa hingga 70 persen pasien yang ia tangani adalah anak-anak.

“Seorang anak berusia tiga tahun dirawat di unit perawatan intensif selama sepekan, dan kami diberi tahu, ‘Orang tuanya terbunuh, saudara-saudaranya juga terbunuh. Kita lihat saja apakah masih ada kerabat yang akan datang mencarinya.’ Itu adalah hal yang sangat umum terjadi,” ujarnya.

Abu-Sitta juga menyebut bahwa separuh pasien yang ia tangani adalah anak-anak. Meskipun ia telah bekerja di berbagai zona konflik seperti Irak, Lebanon, Suriah, dan Yaman, ia mengaku belum pernah melakukan amputasi sebanyak yang ia lakukan di Gaza.

Mamode, mantan kepala klinis bedah transplantasi di Guy’s and St Thomas’ NHS Foundation Trust di London, menambahkan bahwa dampak psikologis perang juga menjadi masalah besar bagi warga Gaza.

“Dalam beberapa bulan ke depan, dampak psikologis ini akan mulai terlihat, karena selama ini orang-orang hanya fokus pada bertahan hidup. Saat tekanan itu mulai mereda, dampaknya akan muncul dalam berbagai bentuk,” tutupnya.

Sumber:

https://english.palinfo.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gaza Butuh 60.000 Karavan dan 200.000 Tenda untuk Pengungsi

Next Post

Ratusan Anak Palestina Ditahan di Penjara Israel, Menghadapi Penyiksaan dan Pengadilan Militer

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
18
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
20
Next Post
Ratusan Anak Palestina Ditahan di Penjara Israel, Menghadapi Penyiksaan dan Pengadilan Militer

Ratusan Anak Palestina Ditahan di Penjara Israel, Menghadapi Penyiksaan dan Pengadilan Militer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630