Sejumlah tawanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel dalam pertukaran tawanan tiba di Khan Younis, Gaza selatan, pada Sabtu (15/2). Mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Eropa Khan Younis untuk menjalani pemeriksaan medis.
Menurut Kantor Media Tawanan Palestina, salah satu tawanan, Nader Jamal Hussein dari Kamp Pengungsi Jabalia, harus dievakuasi dengan ambulans. Hussein mengalami luka dan memar di wajah serta tubuhnya. Sumber medis mengatakan bahwa ia tidak bisa berdiri dan kehilangan berat badan secara signifikan akibat kondisi di penjara Israel.
Di Ramallah, Tepi Barat, empat tawanan lainnya juga dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami komplikasi kesehatan yang serius. Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi bahwa mereka dalam kondisi yang buruk akibat penyiksaan dan perlakuan buruk di penjara Israel.
Foto-foto para tawanan yang dibebaskan menunjukkan penurunan berat badan drastis dan kesulitan berjalan. Sebelumnya, organisasi Euro-Mediterranean Human Rights Monitor mengecam perlakuan tidak manusiawi terhadap tawanan Palestina, menyebut penjara Israel sebagai “fasilitas penyiksaan yang dilembagakan” dan “kuburan bagi orang yang masih hidup.”
Pertukaran tawanan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 19 Januari. Hamas dan Jihad Islam membebaskan tiga tahanan Israel di Khan Younis, sementara Israel membebaskan 369 tawanan Palestina, termasuk 36 orang yang menjalani hukuman seumur hidup dan 333 lainnya yang ditangkap setelah 7 Oktober 2023.
Gencatan senjata ini menghentikan agresi Israel yang telah membunuh lebih dari 48.200 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan Gaza hingga nyaris tidak layak huni.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








