Dr. Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, ditangkap oleh tentara Israel pada Desember 2024 dan ditahan tanpa peradilan berdasarkan hukum “Unlawful Combatant.” Lembaga hak asasi manusia Palestina, Al-Mezan Center, mengungkapkan bahwa perintah penahanan ini dikeluarkan oleh Mayor Jenderal Yaron Finkelman, komandan wilayah selatan tentara Israel, pada 12 Februari 2025.
Menurut Al-Mezan, hukum ini melanggar hak atas proses hukum yang adil, karena tawanan tidak diberi tahu tuduhan terhadap mereka dan tidak dapat membela diri. Para tawanan di bawah hukum ini harus menunggu 45 hari hingga Pengadilan Beersheba mengonfirmasi perintah penahanan mereka, dengan kemungkinan perpanjangan setiap enam bulan.
Seorang pengacara dari Al-Mezan yang mengunjungi Abu Safiya di Penjara Ofer pada 11 Februari mendokumentasikan bahwa dokter berusia 52 tahun ini mengalami penyiksaan dan perlakuan buruk. Keluarganya juga mengungkapkan bahwa ia ditahan dalam sel isolasi selama 24 hari, mengalami kelaparan, dan tidak menerima makanan serta perawatan medis yang memadai. Abu Safiya menderita tekanan darah tinggi kronis dan pembesaran otot jantung.
Penangkapan Abu Safiya terjadi setelah tentara Israel menyerbu dan membakar Rumah Sakit Kamal Adwan, serta menangkap lebih dari 350 orang di dalamnya. Foto Abu Safiya dengan jas medis putih di tengah reruntuhan memicu kecaman luas dari dunia Arab dan internasional.
Organisasi hak asasi manusia, termasuk Medical Aid for Palestinians dan Doctors Against Genocide, menuntut tindakan segera untuk melindungi tenaga medis di Gaza dan membebaskan mereka yang ditawan. Pengacara Abu Safiya menegaskan bahwa tidak ada bukti atas tuduhan terhadap dokter Gaza tersebut, dan kemungkinan ia akan dibebaskan dalam tahap pertukaran tawanan berikutnya.
Keluarganya meminta komunitas internasional untuk menekan Israel agar memberikan makanan dan obat yang layak bagi Abu Safiya serta segera membebaskannya bersama tenaga medis lain yang ditawan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








