Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh PBB pada Selasa (11/2) memperkirakan bahwa kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi di Jalur Gaza akan menelan biaya sekitar $53,142 miliar, dengan kebutuhan jangka pendek dalam tiga tahun pertama mencapai $20,568 miliar.
Menyoroti dampak yang sangat mengerikan dari genosida, baik dari segi ekonomi maupun kemanusiaan, laporan itu mencatat bahwa ekonomi Gaza diproyeksikan menyusut 83 persen pada 2024, dan pengangguran mencapai 80 persen. Di wilayah Palestina yang dijajah, kemiskinan diproyeksikan telah meningkat menjadi 74,3 persen pada 2024, meroket dari angka 38,8 persen pada akhir 2023.
Laporan itu juga menekankan dua prioritas utama dalam hal bantuan kemanusiaan, yaitu memastikan perlindungan sipil yang lebih kuat serta mengamankan akses bantuan yang aman dan tanpa hambatan.
Saat ini, sekitar 1,13 juta orang terpaksa tinggal di tempat penampungan atau tenda darurat yang tidak memberikan perlindungan yang memadai, dan diperburuk dengan ketiadaan fasilitas perawatan kesehatan. Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak dukungan internasional yang lebih kuat untuk Gaza, dan menekankan bahwa Gaza harus tetap menjadi bagian integral dari negara Palestina tanpa pengurangan wilayah.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








