Tentara Israel kembali meningkatkan serangan di Tepi Barat dengan menggerebek Kamp Pengungsi Aqbat Jabr di Jericho pada Senin (10/2) lalu. Saksi mata melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu beberapa lingkungan dan menggeledah toko-toko di daerah tersebut. Tidak ada informasi mengenai jumlah korban atau penangkapan dalam serangan ini.
Selain itu, kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa tentara Israel juga melakukan pembongkaran rumah di lingkungan Masafer Yatta, Tepi Barat selatan. Dengan dikawal buldoser, pasukan Israel menghancurkan lima rumah dan sebuah gua yang menjadi tempat tinggal sekitar 40 warga Palestina. Selama serangan ini, jaringan listrik dan air juga turut dihancurkan.
Sejak 21 Januari, militer Israel telah melancarkan operasi besar di Jenin, Tulkarem, dan Tubas, yang telah membunuh lebih dari 30 warga Palestina. Eskalasi ini terjadi setelah gencatan senjata dan pertukaran tawanan di Gaza pada 19 Januari, menyusul lebih dari 15 bulan pengeboman Israel yang telah membunuh hampir 48.200 warga Palestina dan menghancurkan wilayah tersebut. Sejak 7 Oktober 2023, pasukan dan pemukim Israel telah membunuh sedikitnya 910 warga Palestina di Tepi Barat.
Dalam perkembangan terbaru, tentara Israel dilaporkan memperluas aturan tembak di Tepi Barat, menyebabkan meningkatnya jumlah korban jiwa. Harian Israel Haaretz mengungkap bahwa Komando Pusat Militer Israel mengadopsi strategi yang sama seperti yang diterapkan di Gaza, ketika tentara diperintahkan untuk menembak warga Palestina yang tidak bersenjata, baik mereka dicurigai maupun tidak. Perintah ini diberikan langsung oleh Komandan Komando Pusat, Avi Blot.
Menurut tentara Israel yang bertugas di Tepi Barat, Blot telah memberi izin untuk menembak dengan tujuan membunuh tanpa harus melakukan penangkapan terlebih dahulu. Para tentara menyebut peningkatan jumlah korban jiwa ini sebagai sesuatu yang “tidak biasa”, akibat aturan baru yang memperbolehkan mereka menembak siapa saja yang dicurigai membawa bahan peledak atau melakukan tindakan yang dianggap mencurigakan.
Selain itu, Komandan Divisi Tepi Barat, Yaki Dolf, juga memerintahkan tentara untuk menembak kendaraan yang datang dari zona konflik dan menuju pos pemeriksaan. Akibat aturan ini, dua warga Palestina terbunuh setelah tentara Israel menembaki mobil mereka yang mendekati pos pemeriksaan di Tepi Barat. Haaretz juga melaporkan bahwa pasukan Israel menggunakan warga sipil Palestina sebagai tameng manusia selama operasi pencarian bahan peledak, sebuah taktik yang sebelumnya digunakan dalam serangan di Gaza.
Meski demikian, militer Israel membantah adanya perubahan aturan tembak di Tepi Barat dan menegaskan bahwa “tidak ada perubahan dalam aturan keterlibatan” mereka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








