Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk di tengah tudingan bahwa Israel menghalangi implementasi protokol kemanusiaan dalam perjanjian gencatan senjata. Hamas dan Kantor Media Pemerintah Gaza (Gaza Media Office/GMO) mengecam Israel karena gagal memenuhi komitmennya, serta mendesak mediator utama, terutama Mesir dan Qatar, untuk segera bertindak.
Juru bicara Hamas, Hazem Qasem, menyatakan bahwa Israel terus menghindari kewajibannya dalam kesepakatan gencatan senjata dengan sengaja menunda dan menghalangi masuknya kebutuhan darurat seperti tenda, rumah prefabrikasi, bahan bakar, dan alat berat untuk membersihkan puing-puing. “Apa yang telah dilakukan sejak gencatan senjata masih jauh di bawah batas minimum yang disepakati, yang menunjukkan kurangnya komitmen terhadap bantuan dan masalah kemanusiaan,” ujar Qasem pada Selasa (04/2).
GMO juga menegaskan bahwa pemerintah Israel dan pemerintahan AS bertanggung jawab penuh atas memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza. Dalam sebuah pernyataan pada Senin, GMO menuding Israel menghambat masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk 60.000 rumah darurat dan 200.000 tenda yang seharusnya diberikan kepada warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat serangan Israel. Selain itu, kesepakatan tersebut juga mengatur masuknya 600 truk bantuan dan bahan bakar setiap hari, termasuk 50 truk yang membawa bahan bakar dan gas, serta peralatan medis dan pertahanan sipil yang sangat dibutuhkan untuk membangun kembali infrastruktur Gaza.
Lebih lanjut, GMO juga mengecam beberapa organisasi PBB di Gaza karena menimbun ribuan liter bahan bakar di gudang mereka, sementara rumah sakit dan lembaga kemanusiaan menghadapi kelangkaan akut. Menurut GMO, krisis bahan bakar yang parah, terutama di rumah sakit Gaza utara, mengancam nyawa pasien dan korban luka, dan tindakan PBB ini dianggap sebagai “pelanggaran terhadap tugas kemanusiaan dan moral mereka.”
GMO memperingatkan bahwa kegagalan Israel dalam memenuhi ketentuan perjanjian akan membawa dampak serius bagi situasi di Gaza. Mereka mendesak komunitas internasional dan para mediator untuk segera campur tangan guna memastikan implementasi penuh perjanjian gencatan senjata tanpa hambatan dan syarat tambahan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








