Puluhan truk bermuatan bantuan kemanusiaan dijadwalkan masuk ke Jalur Gaza pada Ahad setelah perjanjian gencatan senjata mulai berlaku, menurut pernyataan seorang pejabat Palestina seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency.
“Puluhan truk bantuan telah tiba dari sisi Mesir menuju perbatasan Karam Abu Salem (Kerem Shalom),” kata pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa truk-truk ini bersiap untuk memasuki Gaza seiring dimulainya gencatan senjata. Namun, ia tidak merinci kapan truk-truk tersebut akan diizinkan masuk ke wilayah tersebut.
Sementara itu, saluran berita milik negara Mesir, Al-Qahera News, melaporkan bahwa 95 truk bantuan kemanusiaan telah memasuki perbatasan Karam Abu Salem, sementara truk-truk lainnya masih menunggu di perbatasan Rafah untuk diizinkan masuk ke Gaza.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) juga menyatakan bahwa mereka memiliki 4.000 truk bantuan yang siap masuk ke Gaza. “Sebanyak 4.000 truk bantuan siap memasuki Gaza; setengahnya membawa makanan dan tepung,” tulis UNRWA melalui akun X mereka.
Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA, memperingatkan bahwa serangan terhadap konvoi bantuan di Gaza kemungkinan akan berkurang seiring dengan masuknya bantuan kemanusiaan setelah gencatan senjata.
Beberapa kementerian utama yang terlibat dalam masuknya bantuan kemanusiaan adalah Kementerian Pembangunan Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pemerintah Lokal, Kementerian Kesehatan Palestina, Otoritas Air dan Energi, serta Bulan Sabit Merah Palestina.
Mohammed Abu al-Rob, direktur kantor komunikasi pemerintah, dalam pernyataan kepada kantor berita Wafa menyebut bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara pemerintah dan lembaga bantuan internasional, dengan fokus pada operasi tanggap darurat di wilayah tersebut.
Ia juga menyoroti kerja sama berkelanjutan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Program Pembangunan PBB (UNDP) untuk memulai tahap pertama pengangkutan puing-puing di area vital Gaza, dengan bekerja sama dengan otoritas lokal.
Selain itu, Abu al-Rob membahas kerja sama penting antara Kementerian Kesehatan Palestina dan organisasi kesehatan internasional yang beroperasi di Gaza. Bulan Sabit Merah Palestina akan mendistribusikan bantuan yang mereka terima dari mitra internasional.
Perjanjian gencatan senjata ini mulai berlaku pada pukul 11.15 waktu setempat (09.15 GMT) pada Minggu setelah mengalami penundaan beberapa jam. Penundaan ini disebabkan oleh tuduhan Israel terhadap Hamas yang dianggap lambat menyerahkan daftar tawanan yang akan dibebaskan. Awalnya, gencatan senjata dijadwalkan berlaku pada pukul 08.30 waktu setempat (06.30 GMT).
Sejak agresi Israel terhadap Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 47.000 orang, mayoritas anak-anak dan perempuan telah terbunuh, sementara lebih dari 110.700 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








