Kementerian Dalam Negeri Gaza mengumumkan pada Ahad (19/01) bahwa pasukan keamanannya telah kembali dikerahkan ke jalan-jalan utama di Gaza setelah dimulainya perjanjian gencatan senjata pada hari yang sama.
“Anggota kami telah dikerahkan untuk mendukung warga, mengamankan properti, dan menangani sisa-sisa pendudukan,” demikian pernyataan resmi kementerian. Pihaknya juga menyatakan bahwa mereka akan “mengintensifkan upaya dalam beberapa hari mendatang di semua wilayah untuk memulihkan ketertiban dan mengaktifkan layanan bagi warga.”
Pernyataan itu juga menyerukan kepada masyarakat Gaza untuk bersatu dan bekerja sama dalam mengatasi dampak agresi brutal.
Selama beberapa bulan terakhir, terjadi penjarahan besar-besaran terhadap konvoi bantuan dan munculnya geng-geng kriminal di jalan-jalan Gaza setelah pasukan keamanan setempat menjadi target serangan rutin oleh militer Israel. Pasukan ini sebelumnya bertugas menjaga ketertiban dan memastikan keamanan konvoi bantuan.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, ribuan pasukan keamanan telah dikerahkan di berbagai wilayah pada Minggu sebagai bagian dari rencana untuk menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Gaza.
“Sejak gencatan senjata dimulai, pihak pemerintah daerah mulai membuka dan merehabilitasi jalan-jalan,” kata pernyataan itu. Kantor Media Gaza juga menyebut bahwa kementerian dan lembaga pemerintah telah sepenuhnya siap untuk mulai bekerja di bawah rencana yang bertujuan memulihkan kehidupan normal secepat mungkin.
Pihak berwenang meminta penduduk untuk berhati-hati saat bepergian di antara wilayah-wilayah di Gaza dan mengumumkan bahwa “kepulangan warga yang mengungsi akan dimulai tujuh hari setelah gencatan senjata diberlakukan.”
Gencatan senjata ini berlaku mulai pukul 11.15 waktu setempat (09.15 GMT) pada Ahad (19/01) setelah mengalami beberapa jam penundaan. Penundaan terjadi akibat tuduhan Israel terhadap Hamas yang dianggap lambat menyerahkan daftar tawanan yang akan dibebaskan. Awalnya, gencatan senjata dijadwalkan berlaku mulai pukul 08.30 waktu setempat (06.30 GMT). Namun, Hamas menyatakan bahwa mereka telah menyerahkan daftar tiga tawanan perempuan Israel yang akan dibebaskan.
Sejak agresi Israel terhadap Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 47.000 orang, mayoritas anak-ana dan perempuan, telah terbunuh, sementara lebih dari 110.700 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








