Setelah gencatan senjata disepakati, upaya untuk meningkatkan pengiriman bantuan ke Gaza menghadapi tantangan besar, terutama terkait keamanan di wilayah tersebut. Seorang pejabat senior PBB menyatakan bahwa tanpa pengaturan keamanan yang memadai, akan sulit untuk meningkatkan pengiriman bantuan secara signifikan dalam waktu singkat.
Gencatan senjata, yang diumumkan pada Rabu (15/01), mencakup pengiriman 600 truk bantuan setiap hari selama enam pekan pertama, termasuk 50 truk yang membawa bahan bakar. Sebagian besar bantuan akan diarahkan ke Gaza utara, yang saat ini berada di ambang kelaparan. Namun, masalah keamanan, pembatasan akses, serta ancaman penjarahan bersenjata menjadi hambatan utama.
“Keamanan bukan tanggung jawab kemanusiaan, dan situasi di Gaza sangat kacau. Tanpa pengaturan yang jelas, risiko kekacauan akan semakin besar,” kata seorang pejabat PBB kepada Reuters.
Stephane Dujarric, juru bicara PBB, menyatakan bahwa Koordinator Kemanusiaan dan Rekonstruksi Gaza, Sigrid Kaag, telah melakukan pembicaraan dengan pejabat Israel, Palestina, dan Mesir untuk mempersiapkan implementasi gencatan senjata. “Sistem PBB sedang dalam perencanaan intensif untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat ditingkatkan begitu gencatan senjata berlaku,” katanya.
Namun, berbagai tantangan tetap ada, termasuk kerusakan infrastruktur jalan, ancaman amunisi yang tidak meledak, kekurangan bahan bakar, dan gangguan komunikasi. Otoritas Israel, sebagai kekuatan pendudukan, bertanggung jawab untuk memulihkan ketertiban umum dan memastikan keamanan agar bantuan dapat tersalurkan,” ujar Dujarric.
Agresi yang dimulai pada 7 Oktober 2023 telah mengakibatkan lebih dari 46.000 warga Palestina terbunuh dan jutaan lainnya terlantar. Gaza, dengan populasi sebelum agresi sebesar 2,3 juta orang, kini menjadi daerah yang hampir tidak layak huni. PBB mendesak semua pihak untuk membuka perbatasan dan memungkinkan masuknya bantuan vital tanpa hambatan.
“Sebuah keharusan agar komoditas penting dan bantuan komersial dapat masuk ke Gaza melalui semua jalur yang tersedia tanpa penundaan,” tegas Dujarric.
Meskipun gencatan senjata memberikan harapan baru, namun tantangan dalam meningkatkan bantuan kemanusiaan dan memastikan stabilitas keamanan tetap menjadi perhatian utama komunitas internasional. Upaya kolaboratif yang melibatkan PBB, negara-negara mediator, dan otoritas lokal diperlukan untuk mengatasi krisis ini dan membantu Gaza bangkit dari kehancuran.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








