Seorang komandan tentara Israel menembak mati seorang warga Palestina yang dijadikan perisai manusia di Kota Khan Younis, Gaza Selatan, seperti dilaporkan media Israel pada Rabu. (8/1)
Menurut situs investigasi independen berbahasa Ibrani, The Hottest Place in Hell, warga Palestina tersebut dipaksa oleh pasukan Israel untuk menjadi perisai manusia dalam operasi pencarian bangunan. Namun, komandan Brigade Nahal yang baru datang ke lokasi dan mengidentifikasi pria itu sebagai warga Palestina, segera menembaknya hingga terbunuh.
Laporan menyebutkan bahwa komandan tersebut tidak mengetahui bahwa pria Palestina itu sebenarnya diizinkan berada di dalam bangunan yang sedang digeledah. Tentara Israel mengonfirmasi insiden ini dan menyatakan bahwa mereka telah meluncurkan investigasi. “Insiden ini telah diselidiki oleh komandan brigade, dan hasilnya telah diterapkan dalam operasi pasukan saat ini,” kata tentara Israel dalam sebuah pernyataan.
Kasus ini menyoroti praktik lama tentara Israel yang menggunakan warga Palestina sebagai perisai manusia dalam operasi militernya di wilayah pendudukan. Taktik ini, yang dikenal dengan istilah “prosedur tetangga,” pertama kali diterapkan pada 2002 di Tepi Barat yang diduduki. Pada Agustus lalu, harian Israel Haaretz juga melaporkan bahwa tentara Israel kerap memaksa warga Palestina untuk berjalan di depan pasukan guna mengamankan mereka dari ancaman serangan. “Nyawa kami lebih penting daripada nyawa mereka,” ujar seorang tentara dalam laporan tersebut.
Praktik pelanggaran hukum internasional yang sistematis ini terus memperlihatkan kekejaman rezim Zionis terhadap rakyat Palestina, memperkuat seruan dunia internasional untuk penghentian segera kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








