Kabar terbaru datang dari Dr. Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan yang sejak tanggal 27 Desember lalu ditangkap oleh pasukan Israel. Physicians for Human Rights-Israel (PHR-I) mengungkapkan bahwa Israel melarang pengacara Nasser Odeh bertemu Abu Safiya. Amnesty International bahkan menuding Israel memiliki “niat genosida” dalam serangan ini.
Israel terus melakukan pelanggaran serius terhadap tim medis Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Pendudukan Israel secara sistematis menargetkan petugas kesehatan dengan membunuh lebih dari 1.056 orang dan menangkap 350 lainnya sejak 7 Oktober 2023, menurut laporan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS).
Selain penculikan, Israel juga mengepung dan membakar fasilitas Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, hingga mengakibatkan beberapa personel medis terbakar hidup-hidup. PRCS melaporkan bahwa Israel dengan sengaja menghancurkan empat cabang PRCS di Gaza, termasuk cabang Jabalia, serta Kompleks Medis Al-Amal, yang merupakan pusat PRCS di Kota Gaza. Serangan terhadap Kompleks Al-Amal mengakibatkan terbunuhnya 47 orang, termasuk staf medis, paramedis, dan warga yang mengungsi mencari perlindungan.
Bashar Murad, direktur program kesehatan di PRCS, menjelaskan bahwa sekitar 80 persen kapasitas PRCS di Gaza telah dihancurkan oleh serangan sistematis Israel. Bahkan, 32 personel mereka terbunuh secara langsung akibat serangan yang menargetkan mereka saat menjalankan tugas di zona agresi.
Kejahatan ini melanggar hukum internasional yang melindungi organisasi medis seperti Bulan Sabit Merah dan Palang Merah di zona perang. Namun, Israel tetap melanjutkan aksi brutalnya, yang telah menyebabkan lebih dari 45.855 warga Palestina terbunuh dan 109.140 lainnya terluka di Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Pelanggaran terhadap tim medis bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap sistem layanan kesehatan yang menjadi tumpuan masyarakat Palestina. Dunia internasional harus segera bertindak untuk menghentikan pelanggaran ini dan menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel.
Sumber:
https://english.palinfo.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








