Warga Palestina yang mengungsi di Gaza kini menghadapi ancaman serius akibat penyebaran tikus dan hewan pengerat lainnya yang merusak makanan dan pakaian, serta menyebabkan ketakutan. Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, kondisi ini memperburuk kehidupan para pengungsi.
Di Khan Younis, sebuah keluarga yang dipimpin oleh Akram Al-Farra tinggal di bawah atap rumah yang runtuh akibat serangan Israel. Meskipun mereka menolak pindah ke tenda, mereka tidak dapat menghindari serangan hewan pengerat.
“Hewan-hewan ini melompati anak-anak kami pada malam hari dan membuat mereka ketakutan,” kata Al-Farra. “Tikus-tikus juga merusak makanan dan pakaian, serta menghancurkan barang-barang kami yang tersisa setelah pengeboman. Kami menderita, setiap saat kami merasa sekarat.”
Meskipun telah beberapa kali mengungsi, Al-Farra memilih tetap tinggal di rumahnya yang rusak, meski menghadapi tikus, laba-laba berbahaya, dan cacing. “Kami menerima risiko tinggal di sini, tetapi hama-hama ini mengganggu siang dan malam kami, menggerogoti semua yang terlihat,” keluhnya.
Di daerah al-Mawasi, Khan Younis, seorang pengungsi berusia 75 tahun bernama Siham Miqdad dari Kamp Shati mengungkapkan keterkejutannya saat menemukan tikus besar di tendanya setelah rumahnya. “Saya melihat tikus yang lebih besar dari tikus apa pun yang pernah saya lihat sebelumnya. Sejak saat itu, saya selalu waspada, khawatir tikus-tikus itu akan melukai anak-anak.”
Tikus-tikus ini juga menggerogoti pakaian, selimut musim dingin, dan karung tepung. “Kami sudah kekurangan persediaan, dan sekarang hewan-hewan itu merusaknya,” tambahnya.
Tumpukan puing akibat serangan di Gaza menciptakan lingkungan yang ideal bagi tikus untuk berkembang biak. Di Kamp Deir Al-Balah, Ghadah Abu Hajjaj menceritakan bahwa ia menemukan tikus setiap hari di rumahnya. “Tikus-tikus itu merusak selimut dan persediaan makanan kami. Ini sungguh tidak tertahankan,” ujarnya, seraya mendesak organisasi lokal dan internasional untuk menangani krisis ini.
Kementerian Kesehatan Gaza telah memperingatkan bahwa kondisi ini dapat memicu epidemi akibat penumpukan limbah, bangkai hewan yang membusuk, kurangnya sanitasi, dan terbatasnya akses air bersih. Penyakit seperti infeksi kulit, penyakit pernapasan, dan kekurangan gizi akut kini semakin menyebar, diperburuk oleh penghancuran rumah sakit dan pusat kesehatan.
Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) juga menyuarakan keprihatinan mengenai penyebaran tikus dan serangga di Gaza. Dalam pernyataan di platform X, UNRWA menyebutkan, “Kondisi kesehatan di Gaza terus memburuk dari hari ke hari. Serangga dan hewan pengerat menyebarkan penyakit, membahayakan kesehatan masyarakat.”
Badan tersebut menjelaskan bahwa mereka tengah membantu keluarga-keluarga pengungsi di tempat penampungan untuk mencegah invasi hama. Namun, hingga kini belum ada solusi yang jelas untuk menangani krisis ini secara menyeluruh.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








