Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, mengatakan bahwa satu anak Palestina terbunuh setiap jam di Jalur Gaza selama genosida Israel yang sedang berlangsung.
Dalam postingan X (Twitter), Lazzarini mengatakan bahwa “membunuh anak-anak tidak dapat dibenarkan. Ini bukan angka. Ini adalah kehidupan yang dipersingkat.”
“Mereka yang selamat terluka secara fisik dan emosional. Anak laki-laki dan perempuan di Gaza tidak memperoleh pendidikan dan harus berjuang di antara puing-puing,” tambahnya.
“Waktu terus berjalan bagi anak-anak ini. Mereka kehilangan nyawa, masa depan, dan terutama harapan mereka,” katanya lebih lanjut.
Sekitar 96 persen anak-anak di Gaza meyakini kematian sudah dekat, sementara 49 persen menyatakan keinginan untuk mati karena agresi yang tiada henti, sebagaimana diungkapkan oleh laporan dari Pusat Pelatihan Komunitas untuk Manajemen Krisis (CTCCM), yang didukung oleh War Child Alliance.
Studi tersebut, yang didasarkan pada wawancara terhadap lebih dari 500 anak-anak Palestina dan wali mereka, menyoroti dampak psikologis yang menghancurkan akibat serangan militer Israel yang terus-menerus terhadap anak-anak Gaza. Sebanyak 92 persen anak-anak yang disurvei berjuang untuk menerima kenyataan. Banyak yang melaporkan perasaan takut yang berlebihan, agresif, penarikan diri, dan keputusasaan yang meluas.
Helen Pattinson, CEO War Child UK, menggambarkan Gaza sebagai “salah satu tempat paling mengerikan di dunia bagi anak-anak.” Ia menyerukan tindakan internasional segera, mendesak gencatan senjata sebagai langkah awal yang penting.
“Masyarakat internasional harus bertindak sekarang sebelum bencana kesehatan mental anak yang kita saksikan ini menjadi trauma multigenerasi, yang konsekuensinya akan dihadapi kawasan ini selama beberapa dekade mendatang. Gencatan senjata harus menjadi langkah pertama yang segera untuk memungkinkan War Child dan lembaga lainnya menanggapi secara efektif kerusakan psikologis yang dialami anak-anak,” ia memperingatkan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








