Sumber lokal Al Jazeera melaporkan bahwa pasukan militer Israel mengusir penduduk Kota Rasm al-Rawadi di pedesaan Quneitra, Golan, Suriah selatan, dari rumah mereka.
Sumber Al Jazeera menjelaskan bahwa pasukan Israel menahan penduduk tersebut, yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, menginterogasi mereka selama berjam-jam di sebuah sekolah, serta menyita ponsel dan kartu identitas.
Warga mengimbau masyarakat internasional untuk menekan pendudukan Israel agar menghentikan pelanggaran yang bertentangan dengan Perjanjian Pelepasan 1974 antara Suriah dan Israel, yang disponsori oleh PBB.
Menyusul jatuhnya Rezim Bashar al-Assad, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa perjanjian pelepasan antara Suriah dan Israel dibatalkan. Ia memerintahkan pengerahan tentara Israel di zona penyangga di Golan, dataran tinggi yang diduduki dan dianeksasi Israel dari sisa dataran tinggi Suriah.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








