Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki terus menjadi sasaran pelanggaran oleh pemukim Yahudi dan pasukan polisi pendudukan Israel. Pada Selasa pagi, puluhan pemukim, dengan pengawalan ketat polisi, memasuki kawasan masjid melalui Gerbang Maghariba dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka menjelajahi halaman masjid dan menerima ceramah dari rabi tentang apa yang mereka klaim sebagai “Gunung Bait Suci.” Beberapa pemukim bahkan secara provokatif melaksanakan doa Talmud di area suci umat Islam tersebut.
Polisi pendudukan Israel juga memberlakukan pembatasan terhadap pergerakan dan akses jamaah Muslim di pintu masuk dan gerbang Masjid Al-Aqsa. Insiden ini merupakan bagian dari pola penodaan yang terus terjadi setiap hari, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah serbuan pemukim Yahudi di Masjid Al-Aqsa mengalami peningkatan signifikan, terutama selama hari raya Yahudi.
Pada saat yang sama, pada Senin malam, polisi Israel menculik Mohamed al-Zaghal, salah satu penjaga Masjid Al-Aqsa, saat ia sedang bertugas di Gerbang Al-Hitta. Saksi mata menyebutkan bahwa ia dibawa ke pusat penahanan Qishla di Kota Tua Al-Quds. Insiden ini bukan hal baru; polisi Israel kerap menahan penjaga dan karyawan Wakaf Islam yang bertugas di Masjid Al-Aqsa, mengusir mereka dari masjid selama beberapa hari setelah menahan mereka selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.
Polisi pendudukan Israel selama bertahun-tahun juga melakukan intimidasi terhadap karyawan Wakaf Islam, penjaga masjid, dan jamaah Muslim. Sebaliknya, mereka memberikan perlindungan terhadap serbuan massal dan aksi provokatif pemukim Yahudi di masjid tersebut.
Melihat situasi yang semakin memanas, tokoh dan aktivis Al-Quds menyerukan umat Islam untuk mengintensifkan kehadiran mereka di Masjid Al-Aqsa, terutama menjelang perayaan Hanukkah yang akan dimulai pada 25 Desember. Kehadiran jamaah diharapkan dapat melindungi Masjid Al-Aqsa dari upaya penodaan dan Yahudisasi yang terus meningkat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








