Penghancuran sistematis dan terorganisir oleh militer Israel terhadap kota-kota dan lingkungan (Urbicide) Palestina di Jalur Gaza selama 14 bulan terakhir dianggap sebagai bagian dari genosida. Euro-Med Human Rights Monitor menegaskan bahwa tindakan ini mencakup pembunuhan massal serta penghancuran total arsitektur dan peradaban Palestina, yang bertujuan menghapus identitas nasional, memaksakan pemindahan paksa permanen, dan menghilangkan ingatan kolektif mereka.
Tim lapangan Euro-Med mencatat bahwa sejak serangan darat Israel pada 5 Oktober 2024, strategi “penghapusan total” telah diterapkan di Gaza utara. Tentara Israel menggunakan berbagai metode seperti pembongkaran dengan bahan peledak, serangan udara masif, serta penghancuran menggunakan buldoser. Rekaman udara menunjukkan skala kerusakan, termasuk kehancuran total Kamp Jabalia dan wilayah lain seperti Beit Lahia dan Beit Hanoun.
Penghancuran ini tidak diperlukan secara militer dan melanggar hukum internasional. Target serangan meliputi rumah, infrastruktur, serta fasilitas sipil dan ekonomi, yang bertujuan mencegah warga Palestina untuk kembali dan bertahan hidup. Tindakan ini juga sejalan dengan kebijakan Israel untuk menghapus jejak budaya dan sejarah Palestina, memperkuat dominasi demografi dan geografis yang baru.
Kehancuran tidak hanya terjadi di Gaza utara, tetapi juga meluas ke Rafah, Khan Yunis, Shuja’iyya, dan lingkungan lain di Gaza selatan. Infrastruktur vital seperti jalan, rumah, dan fasilitas publik dihancurkan, sehingga membuat wilayah tersebut tidak lagi layak huni. Hal ini dikaitkan dengan upaya Culturcide Israel sejak Oktober 2023, yang menargetkan situs arkeologi, masjid, gereja, museum, dan universitas sebagai bagian dari penghapusan warisan budaya Palestina.
Euro-Med Human Rights Monitor menegaskan bahwa warisan budaya Gaza memiliki makna global, bukan hanya milik Palestina. Oleh karena itu, diperlukan tindakan internasional untuk menghentikan penghancuran ini, melindungi situs-situs bersejarah, dan menekan Israel agar mematuhi hukum internasional.
Kelompok tersebut juga menyerukan sanksi efektif terhadap Israel dan negara-negara yang mendukung tindakan militer tersebut, terutama Amerika Serikat. Langkah ini meliputi penghentian penjualan senjata, bantuan militer, serta penegakan akuntabilitas atas kejahatan yang dilakukan. Surat perintah penangkapan oleh Pengadilan Kriminal Internasional terhadap pejabat Israel harus segera dilaksanakan.
Sebagai penutup, Euro-Med mendesak komunitas internasional untuk bertindak cepat menghentikan kehancuran sistematis ini, memberikan keadilan bagi para korban, dan menjaga warisan serta martabat umat manusia.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








