Selasa (17/12), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi wilayah Suriah yang diduduki untuk melakukan penilaian keamanan di sana, menurut kantornya.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya mengatakan bahwa Netanyahu bertemu dengan menteri pertahanan, kepala staf angkatan darat, dan pejabat Israel lainnya di puncak Gunung Hermon (Jabal al-Sheikh) di sisi perbatasan Suriah.
“Perdana Menteri meninjau penempatan pasukan Israel (IOF) di wilayah tersebut dan menetapkan pedoman untuk masa mendatang,” kata pernyataan itu.
Daerah itu merupakan bagian dari Dataran Tinggi Golan, yang diduduki Israel sejak Perang Timur Tengah 1967.
Sementara itu pada Selasa PBB menegaskan kembali kehadiran lanjutan tentara Israel di sepanjang zona penyangga Dataran Tinggi Golan di Suriah, dan melaporkan bahwa bendera Israel di dalam area pemisahan telah dicabut oleh pasukan penjaga perdamaian.
“Rekan penjaga perdamaian kami di Dataran Tinggi Golan, Pasukan Pengamat Pelepasan PBB (UNDOF), terus melaksanakan mandatnya untuk mengamati dan melaporkan dari posisinya di seluruh wilayah pemisahan,” kata juru bicara Stephane Dujarric dalam konferensi pers.
Dengan mengatakan bahwa kehadiran tentara Israel di wilayah operasinya (UNDOF) telah berdampak serius pada pasukan penjaga perdamaian. Ia mengindikasikan bahwa “kebebasan bergerak dan kemampuan misi penjaga perdamaian untuk menjalankan kegiatan operasional, logistik, dan administratifnya tetap sangat dibatasi.”
“Dalam konteks saat ini, UNDOF biasa melakukan sekitar 55 hingga 60 tugas operasional dan aktivitas logistik harian. Saat ini, UNDOF dibatasi pada tiga hingga lima pergerakan logistik penting per hari, yang berdampak signifikan pada operasinya,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya mengizinkan pasukan penjaga perdamaian untuk melaksanakan mandat mereka “tanpa halangan dan dengan cara yang aman dan terjamin.”
Menurut UNDOF, tentara Israel memasuki wilayah pemisahan, mengerahkan pasukan di beberapa “lokasi penting,” termasuk Gunung Hermon dan “Tank Hill” di sebelah timur Garis Bravo, katanya, seraya menambahkan bahwa “misi tersebut juga mengamati pergerakan dan pembangunan pangkalan IOF (militer Israel) di empat lokasi di wilayah Gunung Hermon.”
“UNDOF juga mengamati bendera Israel di tiga posisi di dalam area pemisahan, tetapi semua bendera Israel telah diturunkan setelah adanya protes dari pejabat UNDOF,” katanya.
Ia mengatakan misi tersebut menegaskan kembali tuntutannya bagi semua pihak untuk mematuhi perjanjian pelepasan tahun 1974 dan mempertahankan gencatan senjata yang berlaku. Perjanjian pelepasan tersebut menetapkan batas-batas zona penyangga dan daerah demiliterisasi.
Pasukan ini diawasi oleh UNDOF karena bertugas menjaga gencatan senjata antara Israel dan Suriah setelah Perang Timur Tengah 1973.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








