Pendudukan Israel terus meningkatkan tekanan dan pelanggaran terhadap Masjid Al-Aqsa, salah satu tempat suci umat Islam yang paling dihormati. Selain menghadapi pembatasan untuk renovasi dan pemeliharaan yang penting, Masjid ini juga menjadi sasaran tindakan provokatif oleh pemukim kolonial Yahudi yang dikawal pasukan keamanan Israel.
Otoritas Pendudukan Israel (IOA) di Al-Quds (Yerusalem) telah melarang otoritas Wakaf Islam untuk melaksanakan 27 proyek renovasi dan pemeliharaan penting di Masjid Al-Aqsa. Proyek tersebut mencakup perbaikan jaringan air, restorasi kubah perak Masjid Qibli, serta pemeliharaan atap dan lantai masjid.
Menurut sumber dari Komite Rehabilitasi Masjid Al-Aqsa, pembatasan ini mengancam kelestarian masjid yang membutuhkan pemeliharaan terus-menerus. IOA dituding berupaya memaksakan kontrolnya atas Masjid Al-Aqsa dengan terus mengintervensi urusan internal Wakaf Islam. Dalam beberapa tahun terakhir, polisi Israel berulang kali menghentikan pekerjaan restorasi di Masjid Al-Aqsa dengan dalih bahwa proyek tersebut memerlukan izin dari otoritas Israel.
Tidak hanya itu, polisi pendudukan juga melarang karyawan Komite Rehabilitasi bekerja di seluruh bagian Masjid dan mengancam akan menangkap direktur komite jika tindakan perbaikan tetap dilanjutkan.
Selain pembatasan terhadap pekerjaan renovasi, Masjid Al-Aqsa menjadi sasaran pelanggaran harian oleh pemukim Yahudi. Pada Minggu pagi, puluhan pemukim Yahudi yang dikawal pasukan polisi memasuki kompleks Masjid melalui Gerbang Maghariba. Mereka menjelajahi halaman Masjid dalam kelompok berbeda, mendengarkan ceramah dari rabi tentang klaim mereka terhadap lokasi yang disebut sebagai “temple mount”, dan beberapa dari mereka secara provokatif melakukan ritual Talmud di dalam area Masjid.
Selama aksi tersebut, polisi Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap pergerakan jamaah Muslim ke dalam Masjid. Situasi ini diperburuk dengan peningkatan signifikan dalam jumlah pemukim yang masuk secara ilegal ke kompleks Masjid Al-Aqsa selama beberapa bulan terakhir, terutama pada hari-hari raya Yahudi.
Tokoh dan aktivis di Al-Quds (Yerusalem) memperingatkan bahwa tindakan-tindakan tersebut merupakan bagian dari percepatan upaya pendudukan Israel untuk melakukan yahudisasi Masjid Al-Aqsa. Mereka mendesak umat Islam untuk mengintensifkan kehadiran mereka di Masjid Al-Aqsa guna melindungi tempat suci tersebut dari penodaan dan perampasan identitasnya.
Masjid Al-Aqsa, sebagai simbol perlawanan dan identitas umat Islam di Al-Quds (Yerusalem), kini berada dalam ancaman serius. Langkah-langkah pembatasan, penodaan, dan pelanggaran terhadap tempat suci ini menunjukkan upaya sistematis pendudukan Israel untuk menguasai penuh Masjid, sekaligus mengikis hak dan kehadiran umat Muslim di sana.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








