Pada Kamis (12/12), serangan udara Israel membunuh Dr. Said Joudah, satu-satunya dokter ortopedi yang tersisa di Gaza utara. Dr. Joudah gugur saat dalam perjalanan dari Rumah Sakit Kamal Adwan ke Rumah Sakit Al-Awda untuk menangani pasien. Serangan ini menandai penargetan sistematis terhadap tenaga medis di wilayah tersebut, yang telah berlangsung selama lebih dari setahun.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, dengan gugurnya Dr. Joudah, jumlah martir dari sektor kesehatan telah mencapai 1.057 sejak awal perang pada 7 Oktober 2023. Sementara itu, jumlah korban keseluruhan akibat genosida di Gaza kini mencapai 44.835 orang yang terbunuh dan 106.356 orang terluka.
Situasi di rumah sakit Gaza sangat kritis. Semua fasilitas kesehatan dilaporkan tidak berfungsi akibat penghancuran sistematis, kekurangan bahan medis, dan minimnya pasokan kebutuhan dasar, seperti makanan dan bahan bakar. Kondisi ini mengancam meningkatnya angka kematian, terutama di kalangan anak-anak, perempuan, dan lansia.
Hamas menyerukan kepada Menteri Kesehatan Arab Untuk segera mengadopsi langkah-langkah konkret guna menyelamatkan sektor kesehatan di Gaza. Mereka menggarisbawahi pentingnya rencana darurat untuk memitigasi dampak dari kehancuran sistem kesehatan di Gaza.
Dengan meningkatnya korban jiwa dan lumpuhnya layanan kesehatan, masyarakat internasional menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan mendesak rakyat Gaza dan menghentikan penghancuran yang terus berlangsung.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








