Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Marwan Sultan, melaporkan bahwa rumah sakit tersebut menjadi sasaran serangan pasukan pendudukan Israel (IOF) meskipun di dalamnya terdapat pasien dan staf medis. Serangan ini menyebabkan enam pasien terluka, termasuk seorang perempuan hamil yang mengalami cedera serius di lehernya. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan fasilitas medis di rumah sakit. Direktur RS Indonesia mendesak agar perempuan hamil tersebut segera dievakuasi demi keselamatan nyawanya.
Pasukan Israel bahkan menargetkan generator bahan bakar rumah sakit serta staf yang mencoba memperbaikinya. Dalam keterangannya, Sultan menegaskan bahwa rumah sakit menghadapi kelangkaan obat-obatan, makanan, dan air akibat pengepungan yang terus berlangsung. “Kami mengimbau organisasi internasional untuk memberikan perlindungan bagi pasien dan staf medis, tetapi pemerintah pendudukan Israel tidak menanggapi,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan Palestina juga menyuarakan keprihatinan serupa. Dalam pernyataan pers, mereka mengungkapkan bahwa 60 pasien di Rumah Sakit Indonesia berada dalam risiko kematian akibat kurangnya pasokan makanan dan air. Kondisi ini telah menyebabkan situasi kemanusiaan di rumah sakit menjadi sangat kritis. Pasien-pasien yang terluka tidak mendapatkan kebutuhan dasar, yang semakin memperparah penderitaan mereka di tengah blokade dan serangan berkelanjutan.
“Kami meminta kepada semua pihak terkait dan organisasi kemanusiaan untuk segera turun tangan menyelamatkan nyawa pasien,” seru Kementerian. Mereka juga menyoroti bahwa kondisi tragis ini membutuhkan tindakan mendesak dari masyarakat internasional untuk memberikan bantuan dan dukungan yang diperlukan.
Krisis ini terjadi di tengah eskalasi kekerasan di Gaza utara, tempat pasukan Israel melancarkan serangan udara dan penembakan artileri selama lebih dari 400 hari. Serangan ini tidak hanya menargetkan fasilitas kesehatan, tetapi juga warga sipil, dan terus memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah kritis.
Situasi di Rumah Sakit Indonesia menjadi simbol penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina di Gaza. Dunia internasional diharapkan segera bertindak untuk menghentikan genosida yang dilakukan dan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa para korban yang rentan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








