Tentara Israel terus meningkatkan serangan di Tepi Barat yang diduduki. Menurut Masyarakat Tawanan Palestina (PPS), tentara menangkap sedikitnya 16 warga Palestina pada Senin (09/12), termasuk seorang perempuan dan mantan tawanan. Serangan tersebut menargetkan wilayah al-Khalil, Jenin, dan Ramallah, menambah jumlah penahanan sejak Oktober 2023 menjadi lebih dari 12.000 orang.
Menurut PPS, penggerebekan sering kali diiringi dengan ancaman, penyiksaan, dan perusakan properti warga Palestina. Aksi ini merupakan bagian dari pola serangan rutin Israel yang semakin meningkat sejak pecahnya agresi di Gaza pada Oktober 2023.
Sejak saat itu, Tepi Barat juga menjadi sasaran kekerasan pemukim ilegal Israel. Data dari Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan sedikitnya 807 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 6.450 lainnya terluka akibat kekerasan militer Israel di wilayah tersebut.
Di Al-Quds (Yerusalem), tercatat 82 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel dalam 14 bulan terakhir, sementara 2.000 orang telah ditahan. Selain itu, 282 warga Palestina terluka dalam periode antara Oktober 2023 hingga Desember 2024.
Otoritas Israel juga memperketat kontrol dengan menetapkan 111 warga Palestina sebagai tawanan rumah, mengeluarkan 124 perintah deportasi, dan melakukan 402 pembongkaran rumah di wilayah Al-Quds (Yerusalem).
Selama periode tersebut, sekitar 64.869 pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa, yang semakin memicu ketegangan di kota suci itu. Serangan ini terjadi di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan terhadap pergerakan warga Palestina di Al-Quds (Yerusalem).
Penangkapan massal, serangan, dan pembatasan yang diterapkan Israel di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) mencerminkan eskalasi sistematis kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina. Situasi ini menuntut perhatian mendesak dari komunitas internasional untuk menghentikan agresi Israel yang terus berlangsung.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








