Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin mendalam akibat agresi militer Israel yang terus berlanjut. Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara menjadi salah satu bukti nyata dampak dari serangan ini. Situasi di rumah sakit tersebut kini sangat kritis. Laporan menyebutkan ketiadaan air, listrik, dan oksigen sejak Sabtu (7/12) malam. Kerusakan berat pada tangki air, oksigen, dan bahan bakar, yang disebabkan oleh penembakan langsung, telah membuat rumah sakit tidak mampu melakukan operasi, bahkan untuk kasus darurat.
Hussam Abu Safia, direktur rumah sakit, mengungkapkan bahwa tim medis sangat kewalahan. Satu-satunya dokter bedah yang masih bertahan adalah tim dari delegasi medis Indonesia, yang juga dipaksa meninggalkan posisinya. Kini, operasi dilakukan oleh dokter dengan pengalaman minim, yang tetap harus melayani lebih dari 20 pasien dalam kondisi kritis.
Selain itu, Dr. Rik Peeperkorn dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa rumah sakit di Gaza beroperasi secara minimal dan memerlukan evakuasi medis untuk lebih dari 12.000 pasien. Namun, hingga saat ini, hanya 78 pasien yang berhasil dievakuasi. Situasi diperburuk dengan serangan terhadap generator oksigen, yang kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah kekurangan pasokan medis.
Sejak dimulainya operasi darat besar-besaran pada 5 Oktober, Israel dituding melakukan genosida terhadap penduduk Gaza. Serangan tersebut telah menghancurkan rumah sakit, gedung, menara, dan rumah-rumah warga sipil. Pasokan bantuan kemanusiaan, seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, hampir sepenuhnya terhenti. Kondisi ini telah menempatkan lebih dari 80.000 penduduk Gaza di ambang kelaparan.
Kementerian Kesehatan Palestina mendesak tindakan internasional untuk menghentikan agresi terhadap rumah sakit. Data terbaru menunjukkan lebih dari 3.500 orang terbunuh di Gaza utara, sementara jumlah korban di seluruh wilayah mencapai lebih dari 44.708, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Tekanan internasional terhadap Israel semakin meningkat. Pada 21 November, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, atas tudingan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional terkait tindakannya di Gaza.
Kondisi yang terus memburuk ini menyerukan perhatian global untuk segera mengambil langkah tegas. Rumah sakit seperti Kamal Adwan menjadi saksi bisu penderitaan rakyat Gaza, yang menghadapi krisis kesehatan parah di tengah blokade dan serangan yang tak kunjung usai.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








