Serangan Israel di Lebanon telah membunuh 4.047 orang dan melukai 16.638 lainnya sejak 7 Oktober 2023, kata Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada Rabu (4/12).
“Sebelum 15 September, jumlah korban terbunuh mencapai 645 orang, sementara 1.983 lainnya terluka,” katanya dalam konferensi pers di Beirut.
“Setelah tanggal tersebut, 3.402 orang terbunuh dan lebih dari 14.000 orang lainnya terluka,” tambah menteri tersebut.
Serangan tersebut telah membunuh 316 anak-anak dan 790 wanita, Abiad menambahkan.
Amerika Serikat dan Prancis menjadi penengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada 27 November dengan harapan dapat mengakhiri konfrontasi paling mematikan dalam 14 bulan terakhir.
Abiad mengatakan Lebanon telah mencatat 67 serangan Israel terhadap rumah sakit dan menegaskan bahwa 40 rumah sakit menjadi sasaran langsung, hingga menyebabkan tujuh rumah sakit terpaksa ditutup.
Menurut hitungan Anadolu berdasarkan angka Kementerian Kesehatan, sedikitnya 14 orang terbunuh dan 13 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak minggu lalu, setelah ditetapkannya gencatan senjata.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








