Seorang penggembala terbunuh pada Selasa (3/11) akibat serangan pesawat tak berawak Israel di Hasbaiyya di Provinsi Nabatieh, Lebanon selatan.
Kantor Berita Nasional resmi Lebanon (NNA) mengatakan bahwa Jamal Mohammad Saab, “terbunuh di Kota Shebaa di Distrik Hasbaiyya akibat rudal yang diluncurkan oleh pesawat tak berawak Israel,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Hal ini meningkatkan jumlah total korban di Lebanon akibat pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang dicapai pekan lalu menjadi 14 terbunuh dan 13 terluka, menurut hitungan Anadolu Agency berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Lebanon.
Tentara Israel melakukan delapan pelanggaran perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah pada Selasa, menambah jumlah total pelanggaran sejak perjanjian tersebut mulai berlaku pada Rabu lalu menjadi 117, menurut penghitungan yang dikumpulkan oleh Anadolu berdasarkan pengumuman dari Kantor Berita Nasional resmi Lebanon hingga pukul 4 sore waktu setempat.
Berdasarkan gencatan senjata, Israel secara bertahap harus menarik pasukannya di selatan Garis Biru (garis demarkasi/perbatasan de facto), sementara tentara Lebanon mengerahkan pasukannya ke Lebanon selatan dalam waktu maksimal 60 hari.
Pelaksanaan perjanjian tersebut akan diawasi oleh AS dan Prancis, tetapi rincian tentang mekanisme penegakannya masih belum jelas.
Hampir 4.000 orang terbunuh dan lebih dari 16.500 terluka dalam serangan Israel di Lebanon dan lebih dari 1 juta lainnya telah mengungsi sejak Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan Lebanon.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








