Euro-Med Monitor mengatakan bahwa sekitar 70.000 warga Palestina telah terjebak selama dua bulan tanpa makanan atau obat-obatan atau dikejar oleh pasukan pendudukan Israel (IOF) dari satu tempat ke tempat lain di Jalur Gaza utara, dengan tujuan untuk membunuh dan menggusur mereka secara paksa dalam salah satu genosida paling kejam dalam sejarah kontemporer.
Euro-Med juga mengungkapkan pada Senin (02/12) bahwa sebelumnya tentara Israel telah mengungsikan lebih dari 150.000 lainnya sejak serangan militer Israel terakhir di Gaza utara yang dimulai pada 5 Oktober. Sementara itu, warga yang terjebak menghadapi bencana kelaparan nyata setelah berbagai jenis makanan habis, sebagian besar dari mereka kekurangan air bersih, bahkan ada yang melewati hari-hari tanpa makan dan minum.
Bersamaan dengan itu, Israel terus mengebom pusat perlindungan dan rumah-rumah yang tersisa–meskipun telah hancur.
Kelompok hak asasi manusia tersebut menegaskan bahwa militer Israel secara sengaja mengebom rumah-rumah yang ditinggali warga sipil, dan menjelaskan bahwa mustahil untuk menyelamatkan mereka yang hilang di bawah reruntuhan, karena militer Israel telah melarang kru pertahanan sipil untuk memenuhi tugas kemanusiaan mereka selama 41 hari.
Akibatnya, orang-orang yang terluka meninggal perlahan-lahan tanpa dapat diselamatkan akibat ketidakmampuan memindahkan mereka ke rumah sakit yang beroperasi dalam kondisi tragis dan terus dijadikan target penembakan oleh Israel.
Para korban selamat yang terluka dan berusaha mencapai rumah sakit menghadapi risiko menjadi sasaran quadcopter Israel, dan bahkan jika mereka berhasil tiba, mereka akan meninggal karena kurangnya perawatan atau staf medis yang tepat.
Euro-Med juga melaporkan telah mendokumentasikan puluhan kasus yang menunjukkan pesawat tak berawak Israel, termasuk quadcopter, menargetkan warga sipil yang terpaksa keluar dari rumah atau pusat perlindungan yang mereka datangi untuk mencari makanan atau air.
Ia juga menunjukkan bahwa tentara pendudukan Israel telah melakukan kejahatan paling kejam terhadap warga sipil, dengan tujuan memusnahkan kamp Jabalia dengan meledakkan rumah-rumah, menggunakan robot, tong-tong berisi jebakan, dan bom-bom pemusnah massal berukuran besar buatan AS.
Euro Med mengecam pengabaian internasional terhadap kejahatan Israel di Jalur Gaza, menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan masyarakat internasional untuk segera campur tangan guna menyelamatkan puluhan ribu orang di Gaza utara, menghentikan kejahatan genosida yang dilakukan oleh Israel untuk tahun kedua berturut-turut, dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel, termasuk embargo senjata komprehensif.
Ia juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mematuhi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri perang Yoav Gallant pada kesempatan pertama dan menyerahkan mereka ke pengadilan internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








