Pada Senin (2/12), Israel membunuh sembilan orang dalam serangannya di Lebanon selatan setelah mengatakan pihaknya menargetkan puluhan target Hizbullah di tengah berlakunya kesepakatan gencatan senjata.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan itu membunuh lima orang dan melukai dua orang di Desa Haris, dalam perkiraan awal mengenai jumlah korban. Sementara itu, di Desa Tallous, empat orang lainnya terbunuh dan satu orang terluka. Jumlah korban tersebut merupakan yang tertinggi sejak gencatan senjata mulai berlaku pekan lalu.
Sebelumnya, kelompok Hizbullah mengatakan mereka melancarkan serangan balasan di sebagian wilayah perbatasan sebagai respons atas pelanggaran Israel.
Meskipun Israel yang terus-menerus melanggar gencatan senjata, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Hizbullah melakukan “pelanggaran serius” dan berjanji akan “menanggapi dengan tegas”.
Sumber: https://www.trtworld.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








