Kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Rabu pagi, mengakhiri lebih dari 14 bulan perang lintas perbatasan antara tentara Israel dan Hizbullah.
Menyambut gencatan senjata, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis menggarisbawahi pentingnya membangun kembali layanan kesehatan di Lebanon selatan dan timur karena satu juta orang kembali setelah berlakunya kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon.
Perwakilan WHO di Lebanon Abdinasir Abubakar mengatakan dalam jumpa pers di Jenewa bahwa gencatan senjata ini memberikan kesempatan untuk mengatasi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
“Skala tantangan perawatan kesehatan masih sangat besar, dan mulai sekarang hingga beberapa bulan ke depan, kami harus mencoba membangun kembali layanan kesehatan di daerah yang terdampak agresi,” kata Abubakar, seraya menambahkan bahwa hampir satu juta orang telah kembali ke bagian selatan dan timur Lebanon.
Menanggapi pertanyaan Anadolu, Nabil Tabbal, petugas informasi kesehatan dan penilaian risiko WHO, mengatakan bahwa lembaga tersebut mencatat 160 serangan terhadap tenaga kesehatan sejak awal konflik, yang menyebabkan terbunuhnya 241 orang dan melukai hampir 300 orang.
Ia menambahkan bahwa hampir 10% rumah sakit terkena dampak serangan tersebut, menyebabkan RS tersebut tidak dapat beroperasi sama sekali atau hanya dapat beroperasi sebagian.
Upaya mengidentifikasi tingkat kerusakan rumah sakit juga terus dilakukan untuk segera melakukan renovasi.
Setidaknya empat rumah sakit – dua di Ibu Kota Beirut dan dua di dekatnya – kemungkinan dapat dibuka kembali dalam empat minggu ke depan jika gencatan senjata tetap berlaku, kata Dr. Abdinasir Abubakar, pejabat perwakilan WHO untuk Lebanon.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








