Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan pada Kamis (28/11) bahwa 17 pasien dari Gaza telah dievakuasi ke Yordania untuk menerima perawatan medis khusus. Evakuasi ini mencakup enam pasien yang membutuhkan perawatan kanker dan 11 lainnya yang mengalami cedera akibat agresi. Para pasien tersebut didampingi oleh 17 anggota keluarga atau pendamping selama perjalanan.
Tedros juga mengungkapkan bahwa 12 pasien dari Gaza akan melanjutkan perawatan mereka di Amerika Serikat. Ia menyampaikan apresiasi kepada Yordania dan AS atas dukungan mereka dalam menyediakan akses perawatan medis bagi warga Gaza.
“Kami mendesak agar semua koridor dari Gaza dimanfaatkan secara maksimal untuk memastikan evakuasi medis dapat berlangsung dengan lancar dan cepat,” tegas Tedros. “Ribuan pasien masih menunggu perawatan kesehatan spesialis yang sangat dibutuhkan.”
Menurut data WHO, setidaknya 12.000 pasien di Gaza memerlukan perawatan medis khusus di luar wilayah tersebut. Namun, proses evakuasi sering kali terhambat, terutama setelah penutupan perbatasan Rafah, yang membatasi akses ke fasilitas medis di luar Gaza.
Tedros menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menangani krisis ini. “Kami terus menyerukan kepada semua pihak untuk memberikan izin segera bagi evakuasi medis, karena setiap penundaan dapat berarti hilangnya nyawa,” katanya.
Evakuasi terbaru ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan WHO untuk menangani situasi darurat kesehatan di Gaza, yang saat ini menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia akibat genosida Israel ke Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








