Otoritas Penjara Israel terus meningkatkan perlakuan tidak manusiawi terhadap tawanan Palestina di Penjara Ofer, yang terkenal dengan reputasinya yang buruk, di utara Tepi Barat yang diduduki. Sejak Oktober 2023, tawanan di penjara tersebut mengalami perampasan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya, seperti yang diungkapkan oleh Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan pada Selasa (26/11).
Menurut laporan pengacara yang mengunjungi penjara, administrasi masih belum memberikan selimut dan pakaian musim dingin kepada tawanan di Blok 18 dan 21, meskipun suhu udara semakin dingin dan musim dingin telah tiba.
Para tawanan mengungkapkan bahwa makanan yang mereka terima sangat sedikit, berkualitas buruk, dan disajikan tanpa garam atau gula. Selain itu, penjaga penjara menyita semua barang dari sel mereka, termasuk perlengkapan tidur, kotak kosong, peralatan dapur, Al-Qur’an, dan sajadah.
Pengacara tersebut juga melaporkan bahwa kunjungan ke penjara diwarnai dengan intimidasi. Telepon yang digunakan selama kunjungan disadap, dan lima penjaga berdiri di balik pintu ruang kunjungan untuk mengganggu interaksi antara tawanan dan pengacara. Para tawanan menceritakan bahwa mereka dalam kondisi sangat buruk, mengalami serangan sebelum kunjungan, dan mereka tetap diborgol serta ditutup matanya selama kunjungan.
Pengacara itu juga menemui Osaid Hamed, 21 tahun, dari Silwad, yang ditangkap pada 30 Oktober 2023. Hamed mengeluhkan sakit gigi dan perut, tetapi belum mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
Tawanan lainnya, Muhammad Abu Sakout, 26 tahun, yang ditangkap pada 8 September 2023, menderita wasir. Ia menolak pergi ke klinik Penjara Ramleh karena khawatir disiksa selama perjalanan, yang sering kali membuat tawanan kembali dengan cedera atau penyakit tambahan.
Laporan ini semakin memperkuat kekhawatiran komunitas internasional tentang perlakuan buruk terhadap tawanan Palestina di penjara-penjara Israel, yang dianggap melanggar standar hukum internasional dan hak asasi manusia.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








