Mazen Ibrahim, Direktur biro Al Jazeera di Beirut, menceritakan kesaksiannya tentang drone Israel yang menargetkan 3 nelayan Lebanon di Pantai Kota Tirus, Lebanon.
Pertahanan Sipil di Lebanon selatan pada Sabtu (23/11) melaporkan bahwa satu orang terbunuh dan dua lainnya terluka dalam serangan drone Israel terhadap sekelompok nelayan di Pantai Tirus.
Menurut Direktur Al Jazeera mengatakan bahwa para nelayan setiap hari datang ke Pantai Tirus untuk mencari ikan demi mendapatkan penghasilan. Mereka juga biasa menyapa tim Al Jazeera.
Ia membenarkan jika ketiga nelayan tersebut pada hari itu sudah tiba di tempat yang sama pada waktu biasanya. Mereka memasang jaring ikan, kemudian mundur ke titik belakang, yakni gundukan pasir untuk menyiapkan jaringnya.
Beberapa menit kemudian, pesawat tak berawak Israel datang dan menembakkan rudal secara langsung ke arah para nelayan, membunuh nelayan pertama dan melukai nelayan kedua dan ketiga. Setelah itu, tim penyelamat datang dan mengeluarkan para korban.
Dia menekankan bahwa para nelayan tidak bersenjata dan bahkan tidak bekerja di sektor kesehatan atau pertahanan sipil. Sebaliknya, mereka menangkap ikan dan menjualnya kepada penduduk yang bertahan di Kota Tirus, sebab lebih dari 95% penduduk Kota Tirus telah mengungsi akibat serangan Israel.
Koresponden Al Jazeera menggambarkan apa yang terjadi pada para nelayan hari ini sebagai pembunuhan yang disengaja yang terjadi di depan para jurnalis di daerah tersebut. Ia mencatat bahwa apa yang terjadi setiap hari di Tirus dan Lebanon selatan, merupakan saksi dari serangan drone Israel yang terus melakukan pembunuhan demi pembunuhan.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








