Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) pada Jumat (15/11) menegaskan kembali krisis kemanusiaan yang mengerikan di Gaza, dengan mengatakan bahwa bantuan yang memadai tidak pernah tersedia selama 13 bulan serangan Israel.
“Orang-orang kelaparan. Kami dikelilingi oleh orang-orang yang meminta-minta sepotong roti dan yang membutuhkan akses terhadap air,” kata juru bicara UNRWA Louise Wateridge dalam pernyataan pers.
“Situasi yang dialami penduduk sungguh tidak tertahankan. Banyak hal yang dapat diselesaikan dengan memfasilitasi respons kemanusiaan. Dan kita tidak melihat hal itu selama 13 bulan,” tambahnya.
Wateridge berkata, “tidak ada satu pun pekerja kemanusiaan di Gaza saat ini yang percaya bahwa ada cukup bantuan untuk 2,2 juta penduduk–bukan hanya untuk hari-hari dan pekan-pekan terakhir, melainkan selama 13 bulan agresi brutal ini.”
Kantor PBB (OCHA) juga menyebut akses bantuan ke Gaza mencapai “titik terendah,” dengan situasi di utara semakin kritis. “Kekacauan, penderitaan, dan kehancuran berada pada puncaknya,” kata Jens Laerke, juru bicara OCHA, seraya menegaskan pengiriman bantuan ke Gaza utara “hampir mustahil” dilakukan.
Badan-badan internasional dan PBB telah memperingatkan bahwa Gaza utara berada di ambang bencana kelaparan akibat serangan militer yang terus berlanjut selama lebih dari sebulan. Pengepungan tersebut telah menghalangi masuknya pasokan penting, termasuk makanan, air, dan obat-obatan.
Krisis juga mulai menyebar ke Gaza tengah dan selatan dalam beberapa minggu terakhir. Salah satu indikatornya adalah tepung dan barang-barang penting lainnya hilang dari pasar.
Israel telah membunuh lebih dari 43.000 orang di Gaza sejak dimulainya agresi genosida Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








