JAKARTA — Pada Selasa, (10/10) Adara Relief International telah menyalurkan bantuan makanan siap saji untuk 664 pengungsi Palestina yang berada di Khan Younis, Jalur Gaza.

“Biarkan mereka menjatuhkan bom nuklir dan mengakhirinya. Kami tidak menginginkan kehidupan yang kami jalani ini; kami sekarat perlahan-lahan. Kasihanilah kami. Lihatlah anak-anak ini,” kata Itimad al-Qanou ibu dari tiga anak laki-laki dan empat anak perempuan berusia antara delapan dan 18 tahun itu.
Itimad al-Qanou, seorang ibu Palestina yang berjuang memberi makan ketujuh anaknya, merasa ditinggalkan oleh semua orang. Dia terkadang merasa bahwa kematian adalah cara terbaik untuk mengakhiri penderitaan keluarganya setelah Israel selama setahun agresi telah mengubah Gaza menjadi tanah terlantar yang setiap harinya dibom dan dilanda kelaparan.
Laporan terbaru dari sumber-sumber media menunjukkan bahwa 36 anak Gaza telah meninggal karena kelaparan, dan nyawa 3.500 anak Gaza yang masih hidup terancam karena kekurangan gizi. Selain itu, Israel juga mematikan produksi pangan di Gaza karena genosida telah menghancurkan 45.000 dunam (setara 4.500 hektar) lahan pertanian di Gaza. Ini menunjukkan bahwa apa yang Israel lakukan di Gaza bukan sekadar membuat penduduknya kelaparan, melainkan juga menjadikan kelaparan tersebut sebagai ‘senjata’ untuk membersihkan etnis penduduk Palestina di Gaza. Ini merupakan Food Genocide, kejahatan kemanusiaan yang mengancam nyawa jutaan penduduk Palestina di Jalur Gaza.
Di Gaza bagian selatan dan tengah, situasi berada pada titik kritis karena ketidakamanan di sekitar titik-titik penyeberangan. Tidak ada distribusi makanan, dan toko roti. Warga Gaza harus berjuang keras untuk bisa mendapatkan dan mengamankan tepung terigu, yang ketiadaannya membuat mereka berisiko tutup kapan saja. Beberapa dapur umum masih menyediakan satu jenis makanan untuk sekitar 350.000 porsi bagi mereka yang cukup beruntung untuk mengaksesnya di Gaza selatan. Ketika musim dingin mendekat seperti saat ini, warga Gaza mendapati diri mereka tanpa tempat berlindung yang memadai, tanpa bahan bakar, dan sangat sedikit bantuan yang mereka dapatkan . Lebih dari satu juta orang tinggal di tenda-tenda, menghadapi kerawanan pangan yang semakin parah karena kurangnya nutrisi dan tempat berlindung yang layak.
Melihat kondisi ini Adara sebagai lembaga kemanusiaan yang berfokus pada anak dan perempuan Palestina, bersinergi dengan berbagai pihak baik lembaga maupun perorangan dalam menggalang donasi demi meringankan penderitaan warga Gaza. Pada hari Selasa 10 Oktober lalu, Adara mengirimkan bantuan makanan siap saji untuk 664 pengungsi Palestina yang berada di Khan Younis.
Bantuan makanan siap saji ini dimasak di dapur umum untuk kemudian didistribusikan langsung ke tenda-tenda pengungsian. Satu paket makanan siap saji berisi nasi, daging merah dan kacang hummus. Daging merah merupakan makanan yang baik dikomsumsi pada musim dingin karena mengandung zat besi dan protein yang dapat membantu menjaga tubuh para pengungsi agar tetap hangat. Sedangkan kacang hummus sendiri kaya akan berbagai nutrisi.

“Salah satu fokus kami adalah membantu anak dan perempuan Palestina dengan memenuhi kebutuhan mereka terutama di situasi sulit seperti saat ini. Berbagai upaya kami lakukan dalam mengedukasi masyarakat Indonesia agar peduli dengan mereka. Selain itu kami juga terus berupaya menggalang donasi dari seluruh lapisan masyarakat agar kepedulian yang kami gaungkan tidak hanya sebatas kata.” Ucap Nurul Fitriani selaku Kepala Divisi Penyaluran Adara Relief International.
“Donasi yang kami galang dari Sahabat Adara dikirimkan secara bertahap ke kamp-kamp pengungsian yang berada di seluruh Jalur Gaza. Bantuan yang kami kirimkan sesuai dengan prioritas kebutuhan para pengungsi yang kami peroleh datanya dari tim kami yang berada di kapangan. Kami terus mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak berhenti membantu Palestina.” Imbuhnya




Terima kasih Sahabat Adara dan seluruh masyarakat yang telah mengirimkan bantuan untuk warga Palestina melalui Adara Relief International. Adara terus mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak menggalang dukungan dan donasi sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meringankan beban warga Palestina di tengah krisis kemanusiaan hingga mereka dapat bangkit kembali.








