• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Warga Palestina di Kota Tua Al-Khalil (Hebron) Terjebak akibat Pembatasan Israel yang Kian Ketat

“Setiap rumah telah diubah menjadi penjara,”

by Adara Relief International
November 14, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, International, News, Sosial EKonomi
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Warga Palestina di Kota Tua Al-Khalil (Hebron) Terjebak akibat Pembatasan Israel yang Kian Ketat

Seorang anak Palestina berdiri di pos pemeriksaan Israel di Hebron di Tepi Barat yang diduduki (MEE/Mosab Shawar)

27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Hidup di Kota Tua Al-Khalil (Hebron), Imad Abu Shamsiyeh telah lama menderita akibat keberadaan pos pemeriksaan Israel, pembatasan bergerak, dan kekerasan pemukim ilegal. Akses ke rumahnya di lingkungan Tel Rumeida yang bersebelahan dengan permukiman dan satu-satunya jalan khusus bagi permukiman ilegal Israel telah memutus dan membatasinya selama bertahun-tahun. 

Namun awal pekan ini, pasukan Israel mengambil langkah lebih jauh. Mereka memasang kawat berduri di antara rumahnya dan rumah tetangganya, menghalangi rute terakhir yang dilaluinya dan yang lainnya untuk menghindari militer. 

“Setiap rumah telah diubah menjadi penjara,” kata Abu Shamsiyeh (54 tahun) kepada Middle East Eye. 

Sejak agresi Israel di Gaza dimulai tahun lalu, militer telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap pergerakan di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Al-Khalil (Hebron), satu-satunya kota Palestina selain Al-Quds (Yerusalem), tempat pemukim kolonial Israel tinggal di Kota Tua. Selama beberapa dekade mereka dikontrol langsung oleh Israel di bagian Kota Tua Al-Khalil, tempat tinggal bagi hampir 35.000 warga Palestina dan sekitar 800 pemukim. 

Para pemukim kolonial diberikan perlindungan oleh tentara, jalan-jalan disediakan terpisah dan diberikan kebebasan penuh untuk bergerak. Sementara itu, warga Palestina dipaksa melewati 28 pos pemeriksaan dan puluhan penghalang militer. Mereka sering kali menjadi sasaran penggeledahan yang memalukan dan panjang, pelecehan seksual, dan bahkan penangkapan tanpa alasan.  

“Perempuan dan anak-anak ditangkap di pos pemeriksaan dan dianiaya,” kata Abu Shamsiyeh.

Aktivis dan jurnalis telah mendokumentasikan pelecehan seksual terhadap perempuan selama penangkapan mereka, tetapi tidak ada satu pun tentara yang dimintai pertanggungjawaban. Selain itu, anak-anak dipukuli secara brutal tanpa ada pencegahan. Untuk menghindari pos pemeriksaan ini, ratusan penduduk Palestina di Kota Tua biasa mengambil rute alternatif yang lebih panjang, melewati rumah Abu Shamsiyeh. 

Namun, pada 2 November, pasukan Israel memagari rute tersebut dengan kawat berduri. Mereka meminta Abu Shamsiyeh dan istrinya, Fayza, untuk mengidentifikasi nama-nama orang yang melewati rute tersebut dari rekaman kamera pengawas. 

“Saya menolak untuk mengakui siapa pun karena kami mengalami penderitaan yang sama (di pos pemeriksaan) seperti orang-orang yang lewat,” kata Fayza, 49 tahun, kepada MEE. 

“Kami tidak bisa lagi menggunakan jalan lebar yang bersebelahan dengan rumah kami karena jalan tersebut hanya diperuntukkan bagi para pemukim baru. Kami benar-benar hidup terkurung.” 

Pembatasan tersebut, termasuk penerapan jam malam secara berkala terhadap warga Palestina pada akhir pekan, menjadi semakin menantang, kata Imad. Ia menjelaskan bahwa masyarakat bahkan tidak mampu secara teratur membawa cukup perlengkapan dasar, seperti tabung gas untuk memasak. 

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Situasi tersebut ditambah dengan kekerasan rutin dari para pemukim kolonial, yang menurut Imad, bertukar peran dengan militer dalam meneror warga Palestina dan merusak properti mereka. 

“Bahkan kunjungan keluarga di daerah ini pun dilarang bagi kami,” imbuhnya.  “Di atap rumah saya, ada barak militer Israel yang memantau setiap gerakan kami. Kami terpaksa memasang pagar di setiap jendela untuk melindungi kami dari serangan pemukim.” 

 

Sekolah dan pos pemeriksaan 

Pembatasan militer dan kekerasan pemukim turut menyasar pelajar di Tepi Barat. Raif Abu Sneineh (57 tahun) seorang resepsionis di Sekolah Ibrahimi yang letaknya dekat dengan Masjid Ibrahimi, menghadapi kesulitan mencapai sekolah meski rumahnya hanya berjarak beberapa ratus meter. Selama agresi  Gaza, sekolah ini ditutup enam bulan dan dibuka dengan penggeledahan ketat.

“Tentara memberi kami kartu khusus, tapi tetap saja kami sering ditahan dan dihina,” ujarnya. Sekolah terganggu setiap hari, seringnya selama satu jam akibat pos pemeriksaan. Kementerian Pendidikan Palestina melaporkan lebih dari 11.000 siswa di wilayah Al-Khalil (Hebron) menghadapi kendala akses sekolah dan prosedur yang merendahkan.

 

Perang Senyap

Sebelum permukiman Israel mulai tumbuh di Al-Khalil (Hebron) pada awal tahun 2000-an, Kota Tua dulunya merupakan pusat yang ramai bagi warga Palestina, ramai dengan pembeli dan penjual.

Namun, penutupan dan pos pemeriksaan Israel telah mengubahnya menjadi kota mati, sementara pemilik bisnis berjuang untuk menarik pelanggan. Para pedagang mengatakan bahwa mereka menghadapi pembatasan ketat dari tentara Israel karena wisatawan dicegah oleh pos pemeriksaan militer untuk mencapai pasar Kota Tua, 

Mesbah al-Hamour (74 tahun) memiliki sebuah toko yang menjual aksesoris di jalan menuju Masjid Ibrahimi. Ia mewarisi toko tersebut dari ayahnya dan telah bekerja di sana selama 55 tahun. Akibat penutupan tersebut, bisnisnya mengalami kerugian, yang berdampak serius pada kualitas hidupnya. Namun, meskipun hanya mampu menghasilkan kurang dari 100 shekel (26 Dolar AS) per pekan, ia menolak untuk meninggalkan atau menutupnya.

“Saya lahir di sini dan saya mencintai daerah ini,” kata al-Hamouri kepada MEE. “Jika kami meninggalkan toko-toko kami, toko-toko itu akan ditutup sepenuhnya dan diambil alih oleh para pemukim.”

 

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tentara Israel Berencana tetap Berada di Gaza Hingga Akhir Tahun 2025

Next Post

Pakar PBB Kecam UU Israel yang Mengizinkan Pemenjaraan Anak-Anak Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
15
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
20
Next Post
Pakar PBB Kecam UU Israel yang Mengizinkan Pemenjaraan Anak-Anak Palestina

Pakar PBB Kecam UU Israel yang Mengizinkan Pemenjaraan Anak-Anak Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630