PBB telah memperingatkan bahwa amunisi Israel yang tidak meledak akan menjadi ancaman jangka panjang di Jalur Gaza. PBB menyerukan tanggapan internasional yang mendesak untuk mengatasi masalah ini setelah agresi berakhir.
Takuto Kubo, kepala bagian manajemen dan dukungan program PBB, mengatakan bahwa tim dari layanan aksi ranjau PBB, yang bekerja dengan organisasi lain seperti UNICEF dan mitra lokal, melakukan 379 penilaian bahaya bahan peledak dan mengawal 271 konvoi kemanusiaan ke Gaza.
Kubo mengatakan bahwa tim-tim ini menemukan banyak sisa-sisa proyektil yang belum meledak di Gaza yang kemungkinan akan menghalangi kegiatan pada masa mendatang, termasuk upaya rekonstruksi dan pemulihan.
Pejabat PBB menegaskan bahwa upaya penilaian risiko dan peningkatan kesadaran PBB tidak mengatasi masalah paling mendesak terkait pembuangan persenjataan, yang saat ini tidak dapat ditangani karena situasi keamanan di Gaza.
Ia menguraikan tantangan lain yang dihadapi PBB, termasuk pemindahan staf, kurangnya peralatan, serta pemadaman listrik dan komunikasi.
Pada Juni lalu, Program Lingkungan PBB (UNEP) mengatakan bahwa amunisi yang mengandung logam berat dan bahan kimia peledak telah disebar di wilayah Gaza yang padat penduduk, mencemari tanah dan sumber air, serta menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia yang akan terus ada bahkan setelah agresi berakhir. Amunisi yang belum meledak menimbulkan risiko yang sangat serius bagi anak-anak.
UNEP menyimpulkan bahwa mengatasi tantangan lingkungan akut dan kronis di Gaza sangat penting untuk masa depan kesehatan masyarakat dan harus diintegrasikan dalam rencana pemulihan dan rekonstruksi. Analisis lingkungan, termasuk pencemaran akibat amunisi dan polusi terkait konflik, harus menjadi bagian penting dari perencanaan. Pembangunan kembali Gaza juga perlu menangani masalah lingkungan yang sudah ada sebelum agresi.
Inger Andersen, Direktur Eksekutif UNEP menyampaikan, “Warga Gaza tidak hanya menghadapi penderitaan yang tak terkira akibat agresi yang sedang berlangsung, kerusakan lingkungan yang signifikan dan terus meningkat di Gaza juga berisiko mengurung warganya dalam pemulihan yang menyakitkan dan lama. Sementara masih banyak pertanyaan mengenai jenis dan jumlah kontaminan yang memengaruhi lingkungan di Gaza, warga sudah hidup dengan konsekuensi kerusakan akibat agresi pada sistem pengelolaan lingkungan dan polusi saat ini”.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








