Juru bicara Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Kazem Abu Khalaf, mengonfirmasi bahwa ribuan anak di Gaza utara telah kehilangan hak mereka untuk mendapatkan vaksinasi polio akibat pengepungan Israel dan agresi yang sedang berlangsung di daerah tersebut.
Abu Khalaf memperingatkan tentang bahaya menghentikan kampanye vaksinasi polio di Jalur Gaza utara.
Ia menegaskan bahwa tahap kedua kini ditangguhkan di Kota Gaza dan wilayah Gaza utara akibat operasi militer Israel yang meningkat pada awal Oktober (2024), “jadi kami memutuskan untuk menundanya meskipun keputusan ini serius.”
Lebih dari 105.000 anak ditolak untuk mendapatkan vaksin polio tahap kedua, Abu Khalaf menjelaskan, seraya menambahkan bahwa “penundaan berarti menambah interval waktu antara putaran pertama dan kedua vaksinasi, dan ini akan memengaruhi manfaat yang diharapkan dari penyelesaian vaksinasi dalam dua putaran.”
Mengingat kehancuran sektor kesehatan dan medis, serta penyebaran penyakit, juru bicara UNICEF menyatakan bahwa “kami berpacu dengan waktu untuk mengatasi masalah ini dan membatasi penyebaran virus ini.”
Ia lebih lanjut mengatakan bahwa “kampanye pendudukan Israel yang menargetkan UNRWA menambah kompleksitas situasi di Gaza dan menimbulkan bayangan gelap terhadap seluruh upaya respons kemanusiaan.” Hal ini sebab menurutnya, lebih dari satu juta orang mengandalkan layanan UNRWA.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








