Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Selasa (05/11) bahwa evakuasi medis skala besar direncanakan akan dilakukan di Gaza pada pekan ini, dengan lebih dari 100 pasien yang sakit parah dan terluka akan meninggalkan wilayah tersebut.
WHO mengatakan bahwa, bersama mitra-mitranya, pihaknya akan mengevakuasi 113 pasien pada Rabu (06/11), sebagian besar akan pergi ke Uni Emirat Arab dan beberapa menuju Rumania untuk perawatan khusus.
Jika dilaksanakan, ini akan menjadi evakuasi terbesar dari Gaza sejak Oktober 2023, menurut data badan kesehatan PBB. Rik Peeperkorn, perwakilan WHO di wilayah Palestina, mengatakan ia berharap evakuasi dapat dilanjutkan.
Ia mengatakan upaya saat ini sedang dilakukan untuk membawa pasien dari berbagai rumah sakit di Jalur Gaza ke Rumah Sakit Eropa Gaza dekat Khan Yunis di selatan. Mereka akan diangkut ke penyeberangan Karem Abu Salem pada Rabu pagi dan kemudian diterbangkan ke UEA dan Rumania, kata Peeperkorn kepada wartawan di Jenewa melalui tautan video dari Gaza.
Mereka yang tercantum dalam daftar tersebut merupakan bagian dari sekitar 14.000 orang yang saat ini menunggu di Gaza untuk dievakuasi keluar wilayah tersebut karena alasan medis. Sekitar setengah dari mereka mengalami cedera trauma akibat agresi dan lainnya menderita penyakit serius seperti kanker, katanya.
Sejak agresi di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, kurang dari 5.000 orang telah dievakuasi dari wilayah tersebut karena alasan medis. Sementara itu, hanya 282 orang yang mampu meninggalkan Gaza sejak Israel menutup pintu perbatasan utama Rafah sejak awal Mei, kata Peeperkorn, seraya menambahkan bahwa sekitar sepertiga dari mereka adalah anak-anak.
Peeperkorn menyesalkan akses “ad hoc” terhadap evakuasi medis yang sangat dibutuhkan dari Gaza. “Yang kita butuhkan adalah akses reguler yang didukung, difasilitasi, dan tidak dibuat berbahaya,” katanya.
“Kami membutuhkan koridor medis, dan koridor medis pertama yang pada dasarnya kami minta untuk dipulihkan adalah jalur rujukan utama dari Gaza ke Al-Quds (Yerusalem) bagian timur dan Tepi Barat. Selain itu, koridor medis melalui Mesir harus dibuka lagi, dan mungkin ke Yordania.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








